
PADANG, forumsumbar —– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, Jumat (2/10/2026), turun langsung memantau kondisi penginapan kontingen Mentawai yang mengikuti Porprov XVI Sumbar.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping mendapatkan tempat tinggal yang aman, nyaman, serta layak selama berada di Mentawai.
Martinus mendatangi sejumlah lokasi penginapan yang ditempati kontingen. Ia melihat langsung kondisi fasilitas sekaligus berkomunikasi dengan para kontingen untuk mengetahui kebutuhan maupun persoalan yang masih ditemukan di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah kebutuhan menjadi perhatian, di antaranya perlengkapan penginapan, karpet, ketersediaan air, serta kondisi lingkungan tempat para atlet beristirahat.
Martinus meminta panitia bergerak cepat dan tidak membiarkan persoalan kecil berlarut-larut.
“Saya sudah tegaskan kepada panitia, jangan sampai ada kontingen kita yang terlantar. Kalau ada kekurangan, segera dilengkapi. Mulai dari karpet, air, maupun kebutuhan lainnya. Kondisi tempat mereka tinggal harus dipastikan aman dan layak,” tegas Martinus.
Menurutnya, kenyamanan penginapan merupakan bagian penting dalam mendukung kesiapan atlet. Setelah menjalani pertandingan dengan aktivitas fisik yang tinggi, para atlet membutuhkan tempat beristirahat yang aman dan nyaman agar dapat memulihkan kondisi tubuh.
Tidak hanya melakukan pemantauan pada siang hari, Martinus juga meminta panitia Porprov melakukan pengawasan pada malam hari.
Ia menginstruksikan agar setiap lokasi penginapan kontingen memiliki petugas yang berjaga sehingga kondisi keamanan dapat dipantau secara berkelanjutan.
“Jangan hanya siang kita lihat. Malam hari juga harus ada yang memantau. Panitia harus memastikan penginapan kontingen aman dan ada petugas yang menjaga,” ujarnya.
Selain keamanan, aspek kesehatan atlet juga menjadi perhatian khusus. Martinus meminta petugas kesehatan kontingen melakukan pemantauan secara aktif dengan mendatangi lokasi-lokasi penginapan.
Petugas kesehatan tidak diminta hanya menunggu ketika ada atlet yang sakit, tetapi secara rutin memastikan kondisi kesehatan para atlet, terutama setelah mereka menjalani pertandingan.
“Petugas kesehatan juga harus keliling. Jangan menunggu ada yang sakit baru ditangani. Kondisi kesehatan kontingen harus dipantau secara rutin di setiap penginapan,” kata Martinus.
Martinus menegaskan bahwa keberadaan kontingen selama pelaksanaan Porprov di Mentawai merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh panitia dan perangkat yang ditugaskan mendampingi kontingen diminta cepat merespons setiap persoalan yang ditemukan di lapangan.
Menurutnya, kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, air, keamanan dan kesehatan tidak boleh menjadi kendala bagi atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
“Tugas atlet adalah bertanding dan memberikan yang terbaik untuk daerahnya masing-masing. Untuk urusan penginapan, keamanan, kesehatan dan kebutuhan mereka, itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik,” tegasnya.
Peninjauan langsung tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terhadap pelayanan bagi seluruh kontingen selama pelaksanaan Porprov Sumbar di Mentawai.
Martinus berharap para atlet dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan tanpa harus memikirkan persoalan penginapan, keamanan maupun kebutuhan dasar lainnya.
Ia juga meminta panitia terus melakukan koordinasi dan segera melaporkan setiap persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Kita ingin seluruh kontingen merasa aman, nyaman dan terlayani. Jangan sampai ada persoalan yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan cepat justru dibiarkan,” pungkas Martinus.
(R/Kominfo)






















