
JEPANG, forumsumbar —-Presiden Internasional ACIKITA Dr Eng Jumiarti Agus, yang tinggal di Kobe, Jepang, menyampaikan terima kasihnya kepada media ini, setelah membaca berita dengan judul “Surat Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; PTU-ACIKITA Jalan Menuju Masa Depan Internasional, Arief Diwisuda di Global Bisnis Hyogo University”, yang terbit Kamis (1/10/2026) kemarin.

“Semoga ini bisa menyemangati generasi muda Sumbar dan Indonesia lainnya, untuk menyusul perjuangan Arief belajar di negeri Sakura – Jepang. Support kami di ACIKITA terbuka untuk anak bangsa dari Sabang sampai Merauke!”, ujar Jumiarti melalui pesan WA-nya, Jumat (2/10/2026).
“Ganbreba chanto dekiru, Ganbaranai to Ikemasen! (Kalau bergiat insyaAllah bisa, kalau tak bergiat tidak akan bisa),” tambahnya dalam bahasa Jepang.
Disampaikannya, Arief merupakan alumni SMA Plus Pekanbaru, dan mendaftar di PTU-ACIKITA ketika kelas 3 SMA. Setelah 4 tahun kuliah, Arief berhasil diwisuda 17 September 2026 lalu di Global Bisnis Hyogo University.
“Arief merupakan anak teman saya, Ibu Tini. Yang tinggal di Pekanbaru. Teman master saya saat kuliah di ITB tahun 1996-1998,” ujar Jumiarti dalam keterangannya melalui WA pada forumsumbar.com.
Ditambahkan Jumiarti, melalui PTU-ACIKITA, Arief mempersiapkan diri untuk diterima kuliah di Jepang. Kemudian dapat kuliah di Global Bisnis Hyogo University. Pada saat di tahun kedua hingga tamat, Arief tidak membayar uang kuliah (gratis 100%) karena mendapatkan IP 30% terbaik di angkatannya.
“Saya dominan mendidik Arief saat PTU-ACIKITA, mulai dari pelajaran bahasa Jepang sejak zero, hingga bersambung dengan pembelajaran online oleh staf Jepang di ILA,” ujar alumni Kimia FMIPA Universitas Andalas ini.

“Terkait proses masuk Hyogo University, saya juga mengedukasi Arief mulai dari menuntun step by step informasi masuk universitas Global Bisnis University, menuntun berkas yang diperlukan, memastikan semua dokumen aplikasi apik dan benar. Juga mempersiapkan murid untuk sukses dalam wawancara/interview online,” tukuknya.
Sebagai Presiden Internasional ACIKITA, Jumiarti berpesan kepada Arief untuk jangan sampai puas hanya di tingkat S1. Tuntaskanlah pendidikannya hingga doktoral program.
“Karena di Jepang, kita puas belajar, orang Jepang tidak pelit berbagi ilmu, dan kesempatan untuk melejitkan diri terbuka lebar, kalau kita punya prestasi, ke mana-mana bisa keliling dunia dengan gratis, kita bisa mem-publish dan sharing hasil riset yang dipunyai, untuk banyak manusia di dunia. Dan semua biaya ditanggung oleh universitas,” ujar Jumiarti.

Kemudian, lanjutnya, berbagi informasilah pada sesama, bergiatlah juga untuk memajukan anak-anak muda Indonesia lainnya.
“Kalau ada yang bertanya, bagaimana bisa sekolah ke Jepang. Jujurlah berucap; Saya bisa masuk Jepang dan bersekolah di Jepang atas izin Allah, via program PTU-ACIKITA. Di ACIKITA saya belajar bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa diterima di universitas di Jepang,” ucap Jumiarti.
Untuk para generasi muda lainnya, yang ingin maju dan melejitkan potensi diri, Jumiarti mengajak untuk bergabung dengan PTU-ACIKITA. Bahkan, katanya, di sekolah ACIKITA, kurikulum PTU ini sudah di-input untuk murid kelas 3 SMP.
Karena untuk bisa sekolah ke luar negeri, prosesnya tidak bisa instan. Apalagi Jepang dengan bahasanya yang bukan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Setiap anak perlu waktu jauh hari untuk mempersiapkan diri.

Ditambah lagi sistem pendidikannya yang berbeda jauh dengan sistem pendidikan di Indonesia. Jadi banyak hal yang harus dipersiapkan.
“Jadi berkat izin Allah; PTU-ACIKITA, Jalan Nyata Menuju Masa Depan Internasional, bukan hanya slogan, tapi alhamdulillah terbukti nyata,” ujar Jumiarti.
“InsyaAllah kami akan terus berjuang dalam memajukan dan melejitkan generasi muda Indonesia kita. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan atas setiap kesulitan dalam perjuangan di ACIKITA ini. Aamiin YRA,” tegasnya.
Bagi yang berminat join PTU-ACIKITA bisa mengunjungi website ACIKITAÂ http://www.acikita.org atau CP via WA ;81-80-3333-1327.
(Ika)






















