
PADANG PARIAMAN, forumsumbar — Hendra Aswara resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Pariaman oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA). Pelantikan tersebut, berdasarkan Surat Gubernur Sumbar Nomor: 800/2135/III/BKD-2026 tertanggal 13 April 2026 tentang Persetujuan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman.
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Hall IKK (Ibu Kota Kabupaten) Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang, Selasa (21/4/2026) tersebut, dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Ketua TP-PKK, Kabag-Kabag di Lingkungan Sekretariat Daerah, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam arahannya, Bupati Padang Pariaman JKA menegaskan, bahwa jabatan Sekretaris Daerah merupakan posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
“Sekda bukan hanya sebagai koordinator Perangkat Daerah, tetapi juga motor penggerak birokrasi, penjaga ritme Pemerintahan. Serta menjadi jembatan antara Kepala Daerah dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” tegasnya.
Bupati juga menyoroti, masih adanya sejumlah OPD yang dinilai kurang aktif dan belum menunjukkan pergerakan signifikan. Ia meminta Sekda, untuk mendorong seluruh OPD lebih inovatif dan responsif dalam menjalankan tugas.
“Saya melihat ada beberapa OPD yang pergerakannya kurang aktif, bahkan nyaris tidak terdengar. Untuk itu, saya minta agar seluruh Perangkat Daerah berinovasi. Keterlibatan dan peran aktif saudara, sangat penting,” ujarnya.
Melalui Pj Sekda yang baru dilantik, Bupati mendorong peningkatan koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga, guna mengejar berbagai program strategis yang dapat mendukung pembangunan daerah.
“Jalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Kementerian dan Lembaga. Kejar peluang program yang ada. Saya titipkan peran ini melalui Sekda,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan Forkopimda, serta memperkuat sinergi dengan berbagai elemen kelembagaan masyarakat.
Dengan menggunakan filosofi Minangkabau, Bupati berpesan agar Sekda mampu “majapuik nan tatingga, mangumpuan nan taserak”, yakni merangkul yang tertinggal dan menyatukan yang terpisah dalam kelembagaan dan masyarakat.
Tak hanya itu, Sekda juga diminta untuk aktif turun langsung ke lapangan, memantau kinerja OPD, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Termasuk di sekolah-sekolah dan Puskesmas, yang bersentuhan langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Turunlah ke lapangan, lihat langsung kondisi OPD, sekolah, dan puskesmas. Namun, tetap pastikan urusan administrasi Pemerintahan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Bupati juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Daerah, untuk menjaga kekompakan dan bekerjasama dalam membangun Kabupaten Padang Pariaman.

“Kalau kita tidak bersatu dan tidak bahu membahu, kita tidak akan maju,” tegasnya.
Dalam konteks kebijakan nasional, ia juga mengingatkan pentingnya penyesuaian jumlah pegawai dengan kebutuhan, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2026.
Menurutnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi efisiensi anggaran dan pemotongan dana Transfer Ke Daerah (TKD).
“Di sinilah letak tantangan kita. Dalam kondisi keterbatasan, efisiensi dan pemotongan TKD, kita tetap harus mampu membangun Daerah ini,” ujarnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati JKA menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap disiplin sebagai pondasi dalam penyelenggaraan birokrasi.
(Kominfo/AS)






















