
PADANG, forumsumbar ––Pelantikan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand) periode 2025-2029, yang akan digelar Sabtu 31 Januari 2026 besok, bertempat di Convention Hall Unand, kampus Limau Manis Padang, disambut antusias oleh alumni.
“Ada semangat baru dengan terjadinya perubahan kepemimpinan di DPP IKA Unand. Dan kepengurusan yang akan dilantik sepertinya telah mengakomodir berbagai aspirasi, baik di fakultas maupun daerah. Termasuk juga alumni yang muda-muda,” ujar Taslim Chaniago, SSi, SH, yang merupakan salah seorang Anggota Formatur yang ikut menyusun pengurus, Jumat (30/1/2026).
Taslim melihat ghirah beralumni itu meningkat dengan munculnya sosok baru yang akan memimpin IKA Unand ke depan, seperti Denny Abdi (Ketua Umum), Elen Setiadi (Ketua Harian), Gusti Candra (Sekjen) dan Novrihandri (Bendahara Umum).
Dikatakan mantan Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini, mereka itu sosok yang profesional di bidangnya. Dengan pengalaman kepemimpinan yang mereka punya, Taslim yakin IKA Unand akan semakin berperan dan mampu memberikan yang terbaik bagi almamater, daerah maupun bangsa dan negara.
Sebagaimana diketahui, saat ini Denny Abdi merupakan Sekjen di Kementerian Luar Negeri. Elen Setiadi, Staf Ahli di Kemenko Bidang Perekonomian. Gusti Candra merupakan Dirut Bank Nagari, dan Novrihandri pernah jadi Direktur Keuangan di Angkasa Pura 1.
Kemudian, di DPP IKA Unand periode 2025-2029 sekarang ini, ada 11 Wakil Ketua Umum dan 11 Wakil Sekjen, serta 6 Wakil Bendahara Umum. Ditambah 33 Koordinator Departeman dengan ratusan anggotanya.
Di antara deretan 11 orang Wakil Ketua Umum, Taslim termasuk salah satunya, pada Bidang III Hubungan Alumni. Kemudian ada nama-nama hebat lainnya seperti; Munzir Busniah, Denny Azani B Latief, Fithriadi Muslim, Finorita Fauzi, Nurfirman Wansyah, Hidayat, Billy Saputra, Imelda Sari, Hary Efendi Iskandar dan Roni Eka Sahputra.

“Mencermati personel kepengurusan DPP IKA Unand periode 2025-2029 ini, kita yakin kritik yang selama ini ada bahwa kegiatan DPP IKA Unand itu hanya sebatas saat Kongres, kemudian Pelantikan, dan setelah itu ramai lagi di Kongres berikutnya. Sementara kegiatan selama periode berlangsung hanya datar-datar saja,” ungkap mantan Ketua Umum DPP IKA FMIPA Unand ini.
“Sebagai bagian dari pengurus, mudah-mudahan dengan kebersamaan, kritik tersebut dapat ditepis oleh kepengurusan periode 2025-2029 sekarang ini,” tambah Taslim.
Kuncinya menurut mantan Ketua DPD IKA Unand Jabodetabek ini, bagaimana alumni merasa memiliki IKA Unand, sehingganya potensi alumni yang jumlahnya puluhan ribu itu, baik di daerah maupun di seluruh Indonesia, serta di luar negeri, dapat digerakkan untuk menjalankan program-program yang ada dengan terus memperkuat korsa para alumni.
“Saya berangan-angan, ketika seorang Presiden RI terpilih, maka untuk menyusun kabinetnya, salah satu yang dipanggil itu adalah Ketua Umum DPP IKA Unand, untuk minta rekomendasi siapa-siapa tokoh alumni Unand yang berkompeten untuk duduk di kabinet,” pungkas alumni Kimia FMIPA Unand ini.
(Ika)






















