• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Prof Djohermansyah Djohan Menilai Retret Jilid 2 Membingungkan, Evaluasi Kebijakan atau Glorifikasi Kekuasaan?

8 Januari 2026
in Berita
Reading Time: 3min read
Views: 449
Prof Dr Djohermansyah Djohan, Guru Besar IPDN yang juga pakar otonomi daerah (Otda). (Foto : Dok)

JAKARTA, forumsumbar —–Retret Jilid 2 Kabinet Merah Putih di Hambalang selama sehari penuh kemaren, Selasa (6/1/2025), memunculkan perdebatan mengenai arah kepemimpinan pemerintahan nasional.

Di balik simbol disiplin, kekompakan, dan optimisme yang dipertontonkan, muncul pertanyaan mendasar: apakah pendekatan bergaya komando efektif untuk mengelola pemerintahan sipil yang kompleks, majemuk, dan berbasis otonomi daerah?

Guru Besar IPDN yang juga pakar otonomi daerah (Otda), Prof Dr Djohermansyah Djohan menilai retret tersebut lebih mencerminkan glorifikasi kekuasaan ketimbang forum evaluasi kebijakan yang substantif.

Lihat Juga

Potensi Besar Mikroorganisme Lokal Sumbar; Bakteri dari Kantong Semar Bisa Jadi Sumber Enzym Industri

Potensi Besar Mikroorganisme Lokal Sumbar; Bakteri dari Kantong Semar Bisa Jadi Sumber Enzym Industri

13 Mei 2026
21
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan Barang/Jasa, Bupati JKA: Jangan Coba-Coba Bermain dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan Barang/Jasa, Bupati JKA: Jangan Coba-Coba Bermain dalam Pengadaan Barang dan Jasa

12 Mei 2026
34
KAI Divre II Sumbar Raih Penghargaan Platinum P2HIV-AIDS Tingkat Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan RI

KAI Divre II Sumbar Raih Penghargaan Platinum P2HIV-AIDS Tingkat Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan RI

12 Mei 2026
14

“Dalam perspektif tata kelola pemerintahan modern, pendekatan yang terlalu militeristik justru berisiko menghambat kualitas pengambilan keputusan,” ujarnya, Rabu (7/1/2025).

Kabinet Komando dan Masalah One Way Traffic

Menurut Prof Djohermansyah, Kabinet Merah Putih saat ini bekerja dalam pola one way traffic—arahan bergerak dari atas ke bawah tanpa ruang dialog yang memadai.

Model ini, katanya, mungkin efektif untuk konsolidasi cepat, namun lemah dalam menyerap masukan dari pelaksana kebijakan yang memahami persoalan lapangan.

“Dalam kabinet yang beranggotakan lebih dari seratus orang, komunikasi dua arah menjadi semakin sulit. Padahal, fungsi kabinet bukan sekadar menerima perintah, melainkan memberi saran, kritik, dan alternatif kebijakan kepada presiden,” kata Prof Djohermansyah.

Ketika ruang tersebut menyempit, kebijakan berisiko kehilangan sensitivitas terhadap realitas sosial dan administratif.

Retret yang dikemas dengan narasi keberhasilan nyaris sempurna—klaim capaian tinggi tanpa pengakuan sungguh-sungguh atas kelemahan—dinilai tidak sehat dalam tradisi pemerintahan demokratis. Kritik, menurutnya, bukan ancaman, melainkan vitamin bagi kebijakan publik.

Pemerintahan Bukan Sekadar Penguasa

Prof Djohermansyah menekankan bahwa pemerintahan modern tidak identik dengan presiden dan kabinet semata.

“Pemerintahan adalah ekosistem yang melibatkan masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, komunitas lokal, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” urai Prof Djohermansyah.

Ketika pemerintah tampil seolah menjadi satu-satunya aktor pembangunan, partisipasi publik akan melemah. Akibatnya, legitimasi kebijakan menurun dan dukungan sosial menyempit.

Dalam jangka panjang, hal ini justru memperlambat pencapaian tujuan negara.

Kabinet Gemuk dan Beban Koordinasi

Struktur kabinet yang sangat besar dinilai menambah persoalan birokrasi. Semakin banyak kementerian dan lembaga, semakin rumit koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kebijakan—terutama dengan pemerintah daerah.

Relasi pusat-daerah menjadi semakin berat karena daerah harus berhadapan dengan terlalu banyak “atasan” di Jakarta.

Kondisi ini berpotensi memperparah tumpang tindih kebijakan dan memperlambat eksekusi program. Prof Djohermansyah mendorong agar struktur kabinet dievaluasi secara serius setelah satu tahun berjalan.

Kementerian atau lembaga yang terbukti tidak efektif seharusnya digabung atau dihapus, bukan dipertahankan demi kompromi politik.

Disiplin Komando versus Otonomi Daerah

Pendekatan disiplin ala militer dinilai Prof Djohermansyah tidak sepenuhnya kompatibel dengan realitas otonomi daerah. Indonesia adalah negara yang sangat beragam—secara geografis, sosial, budaya, dan ekonomi.

“Dalam konteks ini, kepemimpinan yang terlalu sentralistik berisiko mematikan kreativitas dan inovasi daerah,” ucapnya.

“Model komando cenderung menciptakan aparatur yang patuh tetapi pasif. Inisiatif terhambat, kritik dibungkam, dan keputusan hanya lahir dari lingkaran kekuasaan terbatas,” tambah Prof Djohermansyah.

Padahal, lanjutnya, banyak solusi kebijakan justru berasal dari aktor daerah yang memahami kondisi riil di lapangan.

Selain itu, pemotongan dana transfer ke daerah dan penguatan kembali sentralisme fiskal berpotensi menurunkan kualitas pelayanan publik, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur dasar.

Retret atau Sekadar Rapat Evaluasi?

Prof Djohermansyah menilai istilah “retret” dalam konteks ini membingungkan. Kegiatan tersebut pada dasarnya adalah rapat evaluasi satu hari, bukan retret dalam pengertian pembekalan intensif atau refleksi mendalam.

Penggunaan istilah dan simbol-simbol militer justru menciptakan persepsi keliru tentang arah pemerintahan.

“Dalam praktik pemerintahan sipil, mekanisme evaluasi sudah jelas: rapat kabinet paripurna, rapat terbatas, dan rapat evaluasi berkala. Tidak diperlukan istilah baru yang menimbulkan kebingungan publik,” terang Prof Djohermansyah.

Tata ruang rapat yang klassikal—ala guru dan murid—juga mempertegas watak komando, bukan kolektif kolegial. Padahal, kabinet seharusnya menjadi ruang deliberasi, bukan sekadar forum mendengar arahan.

Kebijakan Pusat dan Keberagaman Daerah

Kepada para menteri, Prof Djohermansyah mengingatkan agar hindari kebijakan pusat-sentris dan pendekatan “one policy fit for all”.

Setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda—kepulauan, pegunungan, perkotaan, hingga wilayah tertinggal.

Kebijakan nasional harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah, dan kepala daerah seyogianya diposisikan sebagai mitra, bukan bawahan. Menteri adalah pejabat yang diangkat presiden, sementara kepala daerah adalah pejabat yang dipilih rakyat.

“Relasi keduanya bersifat sejajar dalam kerangka demokrasi. Ketika kepala daerah hanya dijadikan penonton, program nasional berisiko gagal di tingkat implementasi. Yang terjadi bukan pembangunan daerah, melainkan sekadar pembangunan di daerah;” ucap Prof Djohermansyah.

Retret Kabinet Hambalang, dalam pandangan Prof Djohermansyah, belum menyentuh akar persoalan tata kelola pemerintahan.

Disiplin tanpa dialog, struktur gemuk tanpa evaluasi, serta sentralisme tanpa sensitivitas daerah justru berpotensi melemahkan kinerja negara.

Tanpa koreksi mendasar, simbol kekompakan hanya akan menjadi seremoni tahunan—bukan instrumen perbaikan kebijakan.

“Pemerintahan yang kuat bukanlah yang paling patuh pada komando, melainkan yang paling terbuka pada kritik dan paling mampu bekerja bersama seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.

(R/Wiztian Yoetri)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Wabup Tanah Datar Dampingi Sestama BNPB Tinjau Pembangunan Huntap dan Huntara

Next Post

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 15 Padang Penuh Haru dan Harapan

BeritaTerkait

Potensi Besar Mikroorganisme Lokal Sumbar; Bakteri dari Kantong Semar Bisa Jadi Sumber Enzym Industri
Berita

Potensi Besar Mikroorganisme Lokal Sumbar; Bakteri dari Kantong Semar Bisa Jadi Sumber Enzym Industri

13 Mei 2026
21
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan Barang/Jasa, Bupati JKA: Jangan Coba-Coba Bermain dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Berita

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan Barang/Jasa, Bupati JKA: Jangan Coba-Coba Bermain dalam Pengadaan Barang dan Jasa

12 Mei 2026
34
KAI Divre II Sumbar Raih Penghargaan Platinum P2HIV-AIDS Tingkat Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan RI
Berita

KAI Divre II Sumbar Raih Penghargaan Platinum P2HIV-AIDS Tingkat Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan RI

12 Mei 2026
14
Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sicincin, Bupati JKA Tekankan Agar Pasar Bersih dan Nyaman
Berita

Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sicincin, Bupati JKA Tekankan Agar Pasar Bersih dan Nyaman

11 Mei 2026
31
Event Pacu Kudo Berlangsung Sukses, Bupati JKA Bubarkan Kepanitiaan dan Serahkan Hadiah Lomba Foto Padang Pariaman Pacu Kudo 2026
Berita

Event Pacu Kudo Berlangsung Sukses, Bupati JKA Bubarkan Kepanitiaan dan Serahkan Hadiah Lomba Foto Padang Pariaman Pacu Kudo 2026

11 Mei 2026
33
Mengenal Sosok Wali Nagari Padang Toboh Ulakan: Bakhri, Pemimpin yang Menggerakkan Potensi Nagari
Berita

Mengenal Sosok Wali Nagari Padang Toboh Ulakan: Bakhri, Pemimpin yang Menggerakkan Potensi Nagari

9 Mei 2026
61
Next Post
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 15 Padang Penuh Haru dan Harapan

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 15 Padang Penuh Haru dan Harapan

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (37,139)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,346)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,584)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,723)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,669)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (32,041)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,748)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (30,972)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,080)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (27,727)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
170
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
345
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
495
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
235
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
115
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
150
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
131
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In