
AGAM, forumsumbar — Program Sawah Pokok Murah (SPM) kembali membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Agam. Kali ini, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, berhasil mencatat hasil panen padi hingga 8,9 ton per hektar. Sebelumnya, hasil panen di daerah ini hanya berkisar 4,8 ton per hektar.
Kenaikan yang signifikan ini dicapai setelah petani mengikuti sekolah lapang selama lebih dari tiga bulan. Melalui kegiatan tersebut, petani diajarkan teknik bercocok tanam yang lebih sederhana, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan benih muda, yang mampu menghasilkan lebih banyak anakan. Pemanfaatan jerami sebagai pupuk alami juga terbukti menjaga kesuburan tanah tanpa harus menambah biaya besar. Dengan metode ini, pengeluaran petani untuk pupuk dapat ditekan hingga 70 persen.
Selain itu, sistem penanaman serentak mendorong pengendalian hama, terutama tikus dan burung, yang selama ini menjadi tantangan utama. Prinsip murah dalam SPM bukan hanya dari sisi biaya produksi, tetapi juga kemudahan dalam pengelolaan sawah tanpa bergantung pada peralatan berat.
Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas hasil yang dicapai petani Paninjauan. “Alhamdulillah, melalui Sawah Pokok Murah kita melihat bagaimana teknologi sederhana bisa membawa perubahan besar. Dari hasil yang hanya 4,8 ton, kini meningkat menjadi 8,9 ton per hektar. Ini bukti bahwa dengan ilmu dan kerja sama, petani kita bisa lebih maju,” ujar Bupati Benni, Kamis (4/9/2025).
Ia menambahkan bahwa SPM bukan hanya soal teknik pertanian, melainkan juga mengandung nilai syariah, seperti tidak membakar jerami untuk menjaga hak tanah, dan mengingatkan petani agar berbagi melalui zakat.
(R/Kominfo)























