Dukungan Masyarakat Sumbar Terhadap Pasangan Independen Fakhrizal-Genius Semakin Tinggi

PADANG, forumsumbar —Sejak Irjen Fakhrizal menyatakan diri maju menjadi bakal calon Gubernur Sumbar dari jalur perseorangan (independen) pada Pilkada Sumbar 2020, namanya terus menjadi pembicaraan masyarakat.

Apalagi setelah mengumumkan berpasangan dengan Genius Umar, sang visioner yang kini menjabat sebagai Walikota Pariaman, pasangan Fakhrizal-Genius kian ramai diperbincangkan publik. Tak hanya dari lapau ke lapau, nama Fakhrizal-Genius pun jadi buah bibir di kalangan politisi di DPR RI.

Walau awalnya banyak yang meragukan pasangan ini akan mampu mengumpulkan dukungan KTP minimal 316 ribu lebih, sesuai yang disyaratkan KPU Sumbar. Namun derasnya permintaan masyarakat untuk maju, membuat dukungan pada pasangan ini semakin tak terbendung. Sama halnya dengan sulitnya membendung dukungan KTP dari masyarakat yang diantarkan langsung ke posko Fakhrizal-Genius di kawasan Jl. Raden Saleh Padang.

“Saya juga tidak tahu, banyak masyarakat yang mengantarkan dukungan KTP ke posko, bahkan saya sendiri tidak kenal orangnya. Ada yang seratus dukungan, seribu bahkan pernah ada tiga ribu dukungan KTP yang diantarkan. Saat ini saya hanya bisa mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah mendukung kami. Semoga, keinginan masyarakat itu terwujud dan kami dapat menjaga amanah ini dengan baik,” ungkap Irjen Fakhrizal.

Sebenarnya, jauh sebelum menjabat sebagai Kapolda Sumbar, tepatnya saat terjadi gempa besar yang menghoyak bumi Sumbar pada 2009 lalu, Fakhrizal yang kala itu menjabat sebagai Dir Intelkam Polda Jambi, diam-diam telah memperlihatkan ketulusannya untuk membantu masyarakat.

Berangkat dari keprihatinannya melihat nasib saudara di kampungnya, jenderal polisi berbintang dua asal Agam itu, datang dari Jambi untuk mengunjungi tenda pengungsian satu per satu mengantarkan bantuan.

Tak ada wartawan media cetak atau elektronik yang mendampingi, apalagi mempublis kegiatan sosialnya tersebut. Karena memang, bantuan yang diserahkannya tersebut, bukanlah untuk digembar-gemborkan. Bukan untuk popularitas, tapi semuanya demi kecintaannya pada Ranah Minang, keprihatinan atas penderitaan dunsanaknya yang tengah ditimpa musibah.

Semua foto-foto dan video penyerahan bantuannya tersebut, hanya untuk koleksi pribadinya. “Dari awal sebenarnya saya tidak ingin maju jadi gubernur. Apalagi istri saya susah untuk dibujuk dan anak saya pun tidak mau semua. Lalu saya ajak istri dan anak untuk berdiskusi. Saya berikan pemahaman kepada mereka tentang situasi dan kondisi daerah kita saat ini serta apa yang perlu dibenahi. Ditambah lagi banyaknya dukungan masyarakat, hingga akhirnya mereka setuju saya maju, ya.. Bismillah,” papar Fakhrizal.

Diakui Irjen Fakhrizal, bulatnya tekad untuk maju sebagai bacagub Sumbar, murni karena banyak masyarakat dari berbagai kalangan memohon, berdoa di mana-mana dan mendorongnya agar maju sebagai calon gubernur. Para niniak mamak, alim ulama, bundo kanduang, dunia usaha, pemuda serta banyak sekali organisasi sosial dan kemasyarakatan.

“Rasanya gimana ya, kalau saya tidak mau, maka masyarakat yang menginginkan saya maju sudah pasti akan kecewa berat. Menurut saya ini amanah. Setelah saya pertimbangkan, sayapun merasa terharu dan terpanggil. Saya putra daerah, dan sejak hampir tiga tahun lalu pulang kampung setelah 36 tahun meninggalkan Sumatera Barat. Ini saatnya saya untuk mengabdi di daerah kelahiran saya. Apalagi kita lihat daerah kita saat ini tertinggal dibandingkan dengan daerah lain,” ungkap Irjen Fakhrizal. (Rel)