PADANG, forumsumbar —Pertumbuhan ekonomi Sumbar yang berjalan di tempat sebesar 5,0-5,2% per tahun mendapat perhatian dari peserta diskusi “Sumbar 7 Persen”, Selasa (7/1) di RM Lamun Ombak Padang.
Salah satunya dari politisi PAN Epyardi Asda, yang menyatakan dengan pengalaman yang ia punya, mantan Anggota DPR RI 3 periode itu menyebut mampu membawa pertumbuhan ekonomi Sumbar 7%, bahkan tegasnya, bisa 10%.
“Salah satu bakat orang Minang itu adalah berdagang, tapi itu yang sekarang dipertanyakan. Tengok saja di Padang, kebanyakan pedagang-pedagang besar itu bukan lagi orang Minang,” ungkap Epyardi memulai pandangannya.
Terus mengenai pertumbuhan ekonomi Sumbar yang stag di angka 5%-an beberapa tahun ke belakang. Ditegaskan Epyardi, dengan potensi dan sumber daya yang dipunyai Sumbar, ia yakin bisa dinaikkan menjadi 7%. Bahkan ia optimis bisa di angka 10%.
“Menggenjot pertumbuhan ekonomi (Sumbar) itu butuh kreativitas dan inovasi. Persoalan investasi harus menjadi prioritas. Kemudian mampu melihat peluang ekonomi yang berbasis UMKM, tapi memiliki peluang ekspor,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Wakil Ketua Umum DPP PAN itu, harus pandai mencari dana-dana pusat yang bisa ditarik ke daerah. “Kalau sebatas DAU dan DAK saja yang diandalkan, itu sudah amanat Undang-undang. Diam saja kita dapat juga,” tukuknya.
Dulunya Epyardi Asda memang malang melintang di DPR, termasuk menjadi anggota Badan Anggaran, dan duduk di komisi infrastruktur. Jadi persoalan anggaran pusat itu bagi Epyardi sudah khatam. Banyak dana-dana pusat yang sudah dibawanya ke Sumbar saat menjadi Anggota DPR.
Begitu juga dalam masalah investasi, saat ini, sebut Epyardi, ia telah membuat destinasi wisata baru dengan nama Bukit Chinangkiek di dekat Danau Singkarak Kabupaten Solok dengan nilai investasi sebesar Rp100 miliar.
Sementara itu Asnawi Bahar, mantan Ketua Kadin Sumbar dan Ketua Umum ASITA, yang menjadi pemrakarsa dan bertindak sebagai pengantar diskusi, menyebut bahwa sokoguru pembangunan Sumbar itu ada tiga, pariwisata, pertanian dan kelautan.
“Kalau ketiga sektor tadi dikelola secara tepat, maka harapan pertumbuhan ekonomi seperti yang disampaikan Pak Epyardi bukanlah sesuatu yang sulit,” ucap Bang Ucok, demikian Asnawi Bahar akrab dipanggil.
Saat akhir diskusi, disimpulkan bahwa Sumbar ke depan perlu perubahan, maka dengan adanya Pilkada Sumbar 2020 yang akan datang, harus lah dicari pemimpin yang benar-benar mampu membawa Sumbar ke arah yang lebih baik lagi.
Hadir juga pada diskusi itu dari kalangan akademisi, Warek IV UNP Prof Syahrial Bakhtiar, Dekan Fateta Unand Fery Alius, serta Wakil Ketua DPRD Sumbar Indra Dt Rajo Lelo yang juga Sekretaris DPW PAN Sumbar, Ketua PKB Sumbar Febby Dt Bangso, Pengacara Miko Kamal, mantan Anggota DPRD Sumbar Bachtul dan para pimpinan media, serta mahasiswa. (IK).























