PADANG, forumsumbar —Untuk suksesnya Pilkada Serentak 2020 pada 23 September yang akan datang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar adakan diskusi dengan tajuk “Peran Pemantau dan Lembaga Survei dalam Menjaga Pilkada Berintegritas”, Senin (6/1), di salah satu hotel di Kota Padang.
Diskusi tersebut diikuti berbagai organisasi massa, kemahasiswaan, profesi dan lembaga survei, dengan menghadirkan pemakalah Gebril Daulay dan Khairul Fahmi.
Dalam sambutannya Kordiv Sosialisasi, Perencanaan, Program dan Data Nova Indra, yang mewakili Ketua KPU, meminta semua komponen masyarakat dapat memberikan masukan pada KPU, agar pilkada dapat berjalan dengan baik dan semua pihak dapat menerima hasilnya.
Nova Indra juga meminta lembaga survei bisa memberi pemahaman pada masyarakat, sehingga semua mengerti mekanisme dan tata-cara pemilihan kepala daerah.
“Saya berharap semua peserta diskusi bisa menyampaikan dan memberi masukan pada KPU Sumbar, sehingga meminimalisir kekurangan atau kesalahan dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang,” ulas Nova Indra.
Ditambahkannya, Pilkada Serentak 2020 harus dijadikan sebuah pesta, dimana masyarakat harus merasa bahagia dalam melaksanakannya. “Masyarakat harus bahagia dalam melaksanaka alek demokrasi lokal atau pilkada ini, sehingga perlu pemahaman bersama untuk dapat merasakannya,” tambah Nova Indra lagi.
Dikatakannya, tujuan diskusi untuk bisa memberi pemahaman, agar jangan ada salah persepsi bagi masyarakat tentang lembaga survei.
Sekaitan dengan diskusi publik tersebut, Kasubag Teknis dan Humas Jumiati mengatakan, dalam memberi pemahaman berbagai pemangku kepentingan amat perlu dilakukan agar bisa mengaplikasikan aturan yang berlaku menyangkut pesta demokrasi.
“Diskusi akan selalu kita lakukan, agar semua pemangku kepentingan dapat seirama dalam menyampaikan kesejukan pada masyarakat, dimana pesta merupakan ajang kebahagiaan bukan untuk pertikaian,,” ulas Jumiati.
Bukan hanya pada organisasi masa dan profesi, menurut Jumiati, KPU juga akan terus melakukan sosialisasi sampai pada tingkat kelompok masyarakat di pedesaan atau kelurahan.
Diskusi yang dipandu Kasubag Hukum Aan Wurianto dengan pemakalah Gebril Daulay dan Khairul Fahmi sangat hidup serta hangat. Para pemakalah saling bergantian menjawab pertanyaan serta masukan para peserta, sesuai porsi masing-masing. (Rel/Nov)























