PARIAMAN, forumsumbar —Kota Pariaman terus berbenah dengan destinasi wisatanya. Berkah dari pelaksanaan Hari Nusantara 2019 Tingkat Nasional yang dipusatkan di Pantai Gandoriah, salah satunya adalah Pariaman dapat hibah kapal perang dari TNI AL untuk dijadikan museum.
Sejarah panjang Pariaman sebagai basis perjuangan di lepas pantai barat Sumatera memang sudah ditorehkan semenjak zaman penjajahan Portugis dan Belanda. Jejak itu sampai sekarang masih ada.
Di sela-sela puncak acara Hari Nusantara 2019 disampaikan Walikota Pariaman Genius Umar, bahwa Pariaman mendapatkan hibah satu unit kapal perang jenis mini korvet dari TNI-AL yang akan dijadikan museum di daerah itu.
“Informasi ini saya dapatkan dari Asisten Operasi Kasal bahwa Pariaman mendapatkan hibah kapal untuk dijadikan museum,” kata Walikota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Sabtu (14/12), seperti dilansir antaranews.com.
Dikatakan Wako Genius, kapal perang tersebut sudah tua dan nantinya akan ditempatkan di lokasi rencana pembangunan Pos Angkatan Laut yang terletak di Desa Pauh, Kecamatan Pariaman Tengah.
“Kita harapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat membantu Pemerintah Kota Pariaman dalam hal rancangan dan hal lainnya yang berhubungan dengan museum tersebut karena pihaknya tidak memiliki anggaran yang banyak,” imbuh Genius.
Menurutnya, hibah kapal tersebut merupakan berkah untuk Kota Pariaman apalagi daerah itu pada 2017 mendapatkan pembangunan monumen Angkatan Laut lengkap dengan tank dan meriam yang dapat menambah daya tarik wisata.
“Ada banyak yang ditinggalkan untuk Kota Pariaman sebagai tuan rumah peringatan Hari Nusantara 2019,” katanya.
Ia menyembutkan hal yang dimaksud tersebut yaitu di antaranya pembangunan jalan nusantara di lokasi wisata Pariaman, program dan pembinaan pengelolaan sampah, serta kapal perang untuk wisata.
Sejalan dengan itu, Asisten Operasi Kasal Laksamana Muda Didik Setiyono mengatakan kapal mini korvet tersebut dibeli dari Jerman yang bentuknya sekarang sudah tua dan pihaknya telah memiliki kapal pengganti untuk patroli di lautan. “Tapi jika dijadikan museum bisa menjadi ikon baru Kota Pariaman,” ujarnya.
Ia mengatakan kapal yang akan dihibahkan tersebut sebelumnya telah sering diikutkan dalam operasi sepanjang tahun bahkan hingga perbatasan Indonesia. (IK)
Sumber : antaranews.com























