
PADANG, forumsumbar —Kapas (Komunitas Pemerhati Sumbar) dan Hamas (Himpunan Media Sumbar) memberikan penghargaan Life Achievement Award kepada Rusli Marzuki Saria, penyair Indonesia dari Ranah Minang, Selasa (27/2/2024), bertempat di Hotel Daima, Jl Sudirman Padang.
Pemberian penghargaan ini bersamaan dengan acara Peringatan 88 Tahun Rusli Marzuki Saria yang digelar oleh Kapas dan Hamas dengan tajuk; “Sembilu Darah”, yang merupakan judul salah satu puisi dari Rusli Marzuki Saria, atau akrab dipanggil dengan “Papa”.
Saribulih, yang mewakili Kapas dan Hamas, didampingi pengurus lainnya, Isa Kurniawan, Jack Djalal, dan Sandy Sitia, memberikan piagam penghargaan Life Achievement Award kepada “Papa” Rusli Marzuki Saria.
“Penghargaan Life Achievement Award ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi “Papa” Rusli Marzuki Saria selama puluhan tahun sebagai seniman khususnya penyair, dengan karya-karya Papa Rusli yang telah membuat bangga Ranah Minang, dan mengharumkan nama Sumbar, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional,” ujar Saribulih.
Maka dari itu, lanjut owner spiritsumbar.com ini, Kapas dan Hamas memandang perlu memberikan penghargaan Life Achievement Award, di samping apresiasi atas kiprah dan karya-karya Papa Rusli, juga tujuannya untuk memotivasi kaum muda Minang di dalam berkesenian.
Ditambahkan Saribulih, Papa Rusli harus bisa dijadikan contoh dan teladan bagi kaum muda Minang, di dalam berkesenian. Sehingganya, ke depan bisa lahir Papa Rusli-Papa Rusli baru, yang mampu berkarya dan berkiprah di dalam berkesenian melebihi apa yang ada di Papa Rusli sekarang.
“Suka atau tidak suka, saat ini kita sedang mengalami krisis seniman-seniman muda yang mampu berbicara di pentas nasional, regional maupun internasional,” tukas pendidik di salah satu SMPN di Kota Padang ini.
“Banyak persoalan yang melingkupinya. Tetapi kalau ini tidak diantisipasi, maka kita (Sumbar) akan kehilangan generasi seniman dalam waktu yang lama,” tukuk Saribulih.
Jadi, katanya lagi, acara Peringatan 88 Tahun Rusli Marzuki Saria dan pemberian penghargaan Life Achievement Award pada Papa Rusli ini, merupakan bagian dari upaya menggelorakan semangat berkesenian di kalangan kaum muda Minang.
Di samping pemberian penghargaan Life Achievement Award, pada Peringatan 88 Tahun Rusli Marzuki Saria juga diadakan Orasi Budaya oleh Riri Satria, Penyair, Pakar Ekonomi Digital dan Dosen UI, serta Testimony Speech dari Khairul Jasmi, Sastrawan, dan juga Pemred Harian Singgalang.
Kemudian ada pula Parade Baca Puisi karya Papa Rusli, di antaranya dibawakan oleh; Buya Mas’oed Abidin (Ulama/Penulis), Syarifuddin Arifin (Penyair), Fauzul el Nurca (Penyair), Sastri Yunizarti Bakry (Sastrawan/Penulis), Musfi Yendra (Ketua KI Sumbar), Hary Efendi Iskandar (Dosen FIB Unand), Jack Djalal (Broadcaster Senior), dan Soni Hurianto (Guru/Cucu Papa Rusli).

Sekilas Rusli Marzuki Saria
Rusli Marzuki Saria merupakan penyair modern Indonesia yang bernafas panjang. Ia pejuang PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia), anggota Mobile Brigade/Polisi Brimob, dan pernah menjadi Anggota DPRD Padang serta menjadi wartawan Harian Haluan sejak harian itu berdiri.
Papa Rusli, demikian pria kelahiran 26 Februari 1936 di Kamang Mudiak Kabupaten Agam ini akrab disapa, sudah menerima berbagai penghargaan, antara lain; Penghargaan Sastra dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 1997.
Kemudian, Penghargaan Tuah Sakato dari Pemprov Sumbar tahun 2008, dan Penghargaan Sastra ASEAN dari Kerajaan Thailand (SEA Write Award) tahun 2017, melalui karya Sendiri-sendiri, Sebaris sebaris (Penerbit Kabarita, 2017).
Karya sastranya terhimpun dalam buku; Sembilu Darah (DKSB dan Pustaka Sastra, 1996), Parewa (Grasindo Jakarta, 1998), Tonggak (dengan Linus Suryadi AG, Gramedia Jakarta, 1987), Mangkutak di Negeri Prosa Liris (Grasindo Jakarta, 2010), dan karya dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, One by One, Line by Line (Kabarita, Padang 2014).
(ika)























