
PADANG, forumsumbar— PT Crown Teknologi Indonesia (CTI) dengan tagline-nya “Menuju Kemandirian untuk Kemaslahatan Bangsa”, merupakan perusahaan kesehatan yang menjadi pelopor produsen reagen pendeteksi beragam penyakit.
“Komitmen didirikan PT CTI ini, kebijakan produksi alat dalam negeri dan peningkatan kegunaan alat kesehatan dalam negeri untuk kemandirian industri alat kesehatan. Alhamdulillah berdiri pada tahun 2022, dan 2023 sudah produksi, yang telah tervalidasi dan mengantongi izin lengkap Kemenkes RI,” ujar Dr Andani Eka Putra, selaku konsultan perusahaan di PT CTI.
Disampaikan Andani Eka Putra, PT CTI milik orang Indonesia asli, termasuk investornya adalah putra-putra Indonesia asli.
“PT CTI juga memberi ruang riset kesehatan bagi Unand, dan membeli hasil riset itu. PT CTI prinsipnya mandiri. Tidak hebat Indonesia kalau alat kesehatan masih impor,” ujar Andani, didampingi Direktur PT CTI Andri dan Opi selaku manager.
Andani Eka Putra mengakui didirikan PT CTI tidak lepas bagaimana paniknya Indonesia saat mengahadapi pandemi Covid-19.
“PT CTI adalah pabrikan yang mengembangkan teknologi dengan merek Crown Technology pertama di luar Jawa. Dan target PT CTI 2028 IPO, untuk membangun pabrik sendiri besar dan lengkap itu butuh dana Rp400-500 miliar,” ujar Andani.
Saat berdiri, diakui PT CTI adalah perusahaan startup gila-gilaan didirikan dengan modal banyak investor.
“Total modal nya Rp20 miliar, dan ini semua dari nol. Semua perizinan untuk sebuah pabrik alat kesehatan lengkap,” terang Andani lagi.
“Diagnostik berbasis PCR dan Rapid Test dan Media dan Buffer. Dimana Media dan Buffer dari bahan alami yang Islami,” imbuhnya.
Produk dihasilkan ada diagnostik In Vitro berbasis PCR, ada Kid yang dikembangkan untuk tipe resiko tinggi Crown Lab CC Screen, Crown Lab LR HPV Screen dan Crown Lab H Pylori Test.
“Asli produksi dalam negeri dengan izin Kemenkes RI, harganya lebih murah dari produk lain, semua produk PT CTI sudah masuk ke e-katalog,” ujar Andani.
(Rel/adr)























