PADANG, forumsumbar —Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V) Maryadi Utama tidak sepakat dengan Bupati Solok Selatan (Solsel) yang menyebut orang Jakarta, hanya berteori dalam melihat persoalan banjir di Solsel. “Pihak Jakarta, mungkin yang dimaksudkan Bupati Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, sejauh ini telah memberi perhatian khusus kepada Solok Selatan,” tukas Maryadi.
Maryadi menyebut angka Rp114 M yang telah dianggarkan untuk mengatasi banjir Batang Bangko, dan untuk Batang Suliti yang kini mengalami luapan yang berakibat banjir, juga sudah diusulkan pihaknya ke pusat.

“Kita berharap Bupati Solsel agak bersabar menunggu turunnya dana untuk penanggulangan Batang Suliti. Sebab, ada proses yang harus dilalui, apalagi dananya cukup besar,” sebut Maryadi.
Sebagaimana diberitakan sejumlah media, ketika menerima kunjungan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit ke lokasi banjir Batang Suliti beberapa hari lalu, Bupati Muzni Zakaria menyebut orang pusat hanya berteori, dan minta BWSS V untuk mengajak Direktorat SDA untuk datang ke Solsel.
“Balai Wilayah Sungai Sumatera V adalah perpanjangan KemenPUPR di Sumbar. Insyaallah selama ini, apa yang kami perjuangan, tidak hanya kejadian di Solsel tapi di seluruh Sumbar selalu menjadi perhatian pusat,” jelas Maryadi.

Untuk membantu pasca kejadian bencana, pihak BWSS V telah menurunkan sejumlah peralatan ke Solsel, dengan sasaran untuk membersihkan sedimen di jalan dan normalisasi sungainya.
Maryadi juga menegaskan, pihaknya telah mengusulkan ke Direktorat Jenderal SDA anggaran sebesar Rp270 M untuk pekerjaan pembangunan tanggul banjir sepanjang 11 kilometer, normalisasi dan perbaikan alur sungai, serta pembangunan groundsill sebanyak 7 unit.
“Artinya, kita tidak tinggal diam. Kita telah berjuang ke pusat. Khusus untuk Batang Bangko pekerjaan sudah selesai, selain untuk kelancaran arus sungai juga bisa dimanfaatkan masyarakat Solsel untuk pariwisata,” pungkas Maryadi kepada media, Sabtu (30/11). (Rel)






















