
JAWA TENGAH, forumsumbar—Program Pemko Pariaman Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Kok bisa ya? Bisa Kota Pariaman dengan beragam dinamikanya itu melahirkan sebuah program Saga Saja. Kuliahkan peserta programnya ke universitas ternama, hebat Pak Walikota Pariaman ini,” ujar Ganjar Pranowo, yang terkesima dan kagum pada Kota Pariaman yang disampaikan langsung kepada Genius Umar bersama Asisten Pemko Pariaman dan Kepala DPKD Pariaman Buyung Lapau dan Staf Khusus Walikota Febby Dt Bangso, saat pertemuan di Semarang 21 April 2023 lalu.
Menurut Ganjar Program Saga Saja Pemko Pariaman adalah satu-satunya di seluruh Indonesia, termasuk menempatkan putra putri peserta program ke berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama (Keluarga Alumni Gajah Mada) saya mendukung peserta program Saga Saja itu bisa berkuliah di UGM,” ujar Ganjar.
Genius Umar selain Walikota juga merupakan Ketua Kagama Sumbar dan berencana mengundang Ganjar Pranowo hadir serta melantik pengurus Kagama Sumbar.
“Siap Pak Genius, agendakan saja. Saya hadir bersama Sekjen untuk melantik Pak Genius dan jajaran kepengurusan Kagama Sumbar,” ucap Ganjar Pranowo.
Menurut Genius, rombonganya diterima Ganjar Pranowo di Semarang, di tengah kesibukan Ganjar yang pada 21 April 2023, sudah resmi diusung PDI Perjuangan sebagai Capres.
“Ternyata seabrek kesibukan Mas Ganjar, untuk Kagama yang kami sama almamater, selalu ada ruang waktu spesial. Itu saya rasakan kemarin di Semarang,” ujar Genius, melalui keterangan persnya (3/5/2023).

Genius Umar pun mengaku selain sharing soal pembangunan Pariaman dengan Ganjar, ternyata soal jalan tol Sumbar progresnya mangkrak tak luput dari perhatian Ganjar Pranowo.
“Kok tol tak kelar-kelar di Sumbar Pak Genius? Kan rugi Sumbar, karena percepatan akses tidak tercapai. Apalagi tol itu program strategis nasional,” ujar Ganjar.
Genius Umar mengakui lambatnya tol selesai tidak lepas dari pola komunikasi antar pemimpin dengan masyarakatnya.
“Beda di Jateng ini mas, di sini pemimpin getol tol, bahkan ada kepala daerah yang tungguin pengerjaan tol. Di daerah saya kalau nggak berpolemik soal lahan tak Sumbar namanya. Kunci solusinya tetap pada pemimpin,” ujar Genius Umar.
Menurut Genius, di Kota Pariaman saat pandemi dan berlanjut hingga saat ini melaksanakan pembangunan jalan non bajeter saja bisa.
“Ampuhnya komunikasi pemimpin dengan masyarakat, terbukti Kota Pariaman membuat jalan dengan pola gotong royong, dengan nol APBD. Ternyata jitu sebagai sebuah inovasi dan mempercepat pembangunan. gotong royong itu jiwa dan karakter bangsa, jika rakyat diikutsertakan pasti mendatangkan kebanggaan,” ujar Genius yang bikin Ganjar Pranowo geleng kepala tanda kagum.
“Hebat kalau alumni UGM diamanahkan menjadi pemimpin,” sambung Ganjar tersenyum.
(Rel/Adr)























