
PADANG, forumsumbar — Penerapan Sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online yang diterapkan di Kota Padang beberapa tahun silam, menimbulkan berbagai dampak pada awal-awal penerapannya. Salah satunya adalah banyaknya anak-anak pinggiran yang tidak diterima di sekolah negeri.
Dalam kacamata apapun, penerapan PSB Online memang suatu langkah maju, namun penerapannya saat itu perlu bertahap dan mengayomi sekolah yang ada, baik swasta maupun negeri, ketika akan menerapkan program PSB Online mesti diajak dinas terkait.
Saat itulah, Iswandi Muchtar, selaku Sekretaris Umum DPD Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Sumbar periode 2013-2018, berinisiatif mendirikan SMP Perti di Sungai Sapih, Kuranji, Kota Padang, pada tahun 2007.
Tujuan didirikannya SMP Perti, ungkap Iswandi, untuk menampung anak-anak pinggiran yang tidak bisa diterima di sekolah negeri, karena di suatu sisi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi tidak bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta di pusat kota.
“Menanggapi kondisi saat itu, setelah berkoordinasi dengan Disdik Kota Padang, saya berinisiatif mendirikan SMP Perti di Sungai Sapih yang biaya sekolahnya saya gratiskan selama tiga tahun di awal pendirian sekolah itu,” ujarnya, Jumat (10/2/2023).
Ia mengakui akibat dari menggratiskan sekolah SMP Perti saat itu, hampir hari-harinya berada di sekolah SMP tersebut, karena selaku Ketua Yayasan di sekolah itu, dia juga merangkap mengajar 5 bidang studi karena keterbatasan guru kala itu.
Tidak hanya itu, dibantu oleh kawan-kawannya, dia yang tercatat sebagai Alumni SMA 5 Padang dan menamatkan perkuliahannya di Jurusan Teknik Sipil UNP tahun 1991 ini bersama-sama koleganya pada tahun 1997 mendirikan SMK Dhuafa, yang sampai hari ini masih eksis dan semakin berkembang ke arah yang lebih baik.
Iswandi yang kelahiran tahun 1966 dari keluarga sederhana di Kuranji ini, dulunya dididik dengan penuh kedisiplinan oleh ayahandanya yang berprofesi petani ini. Ayahandanya dengan didampingi seorang ibu rumah tangga yang baik melahirkan 9 orang anak, termasuk Iswandi Muchtar, putra kelima.

Meski demikian, ia semasa kuliah pernah memimpin Pengurus Cabang Kesatuan Mahasiswa Islam Kota Padang, Sekretaris Perwakilan KMI Sumbar dan Wakil Ketua Pemuda Islam Sumbar serta Ketua PW GMP (Generasi Muda Persatuan) Sumbar 1993-1998, menjadi terkenal setelah duduk sebagai anggota DPRD Kota Padang pada periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Kuranji – Pauh.
Sebagai putra asli Kuranji, Iswandi Muchtar yang saat itu duduk sebagai wakil rakyat di Gedung Bundar Sawahan, cukup getol memperjuangkan aspirasi masyarakat, seperti soal fasilitas rumah ibadah, akses jalan dan drainase.
Saat kontestasi politik 2019, Iswandi Muchtar yang maju untuk DPRD Sumbar dari PKB belum berhasil memperpanjang perjuangannya sebagai wakil rakyat Kuranji-Pauh, atau Kota Padang.
Iswandi Muchtar, yang saat di Komisi IV DPRD Kota Padang mendapat publisitas besar ketika memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang diwakilinya. Sekarang dengan profesional di bidangnya yakni Direktur CV Benta Utama dan CV Kobalan Konstruksi, aktivitas sosial kemasyarakatanya tetap dilakoninya yakni sebagai Ketua Bidang Sosial dan Budaya DPP ILUNI FT UNP.
Iswandi Muchtar, ayahanda dari Irfan Azzurri, ini menyampaikan bahwa pada kontestasi Pemilu 2024 yang merupakan kontestasi megapolitik karena selain akan digelar Pilpres, Pilkada, juga akan digelar Pileg mulai dari DPR, DPD hingga DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, ia berencana akan kembali maju di Pileg 2024 untuk DPRD Padang.
“Pada pileg 2024 nanti Insha Allah, saya mohon doa dan restu untuk kembali ikut berjuang jadi anggota DPRD Padang melalui Partai Demokrat Kota Padang untuk Dapil 2 Kecamatan Kuranji,” pungkasnya.
(Rel/Agusmardi)























