
PADANG, forumsumbar — Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Angkatan 21, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand adakan seminar, serta peluncuran tiga buku antologi puisi dan baca puisi, di Ruang Seminar FIB Unand, Limau Manis Padang, Sabtu (11/12).
Seminar membahas karya puisi 20 orang penyair Indonesia, yang dibahas mahasiswa jurusan Sastra Indonesia secara paralel.
Salah satu yang menarik, ketika Tasya Aferta Rahmi mengkaji puisi “Nikah Pisau” karya Dorothea Rosa Herliany yang menggunakan Teori Semiotika Riffatere.
Katanya, dalam puisi tersebut, sang penulis menyampaikan keberanian dan pemberontakan perempuan menggeser dominasi laki-laki, sehingga terjadi ketidakseimbangan kehidupan perempuan dan laki-laki.
Selain itu, juga diluncurkan tiga buku antologi puisi sekaligus. Puisi-puisi yang ada di dalam buku tersebut merupakan karya mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kajian Puisi yang diampu Drs. Fadlillah, MSi, Dr Syafril, MSi dan Dr Noni Sukmawati, MHum.
Judul buku tersebut, Orang-orang kecil dan Zaman Abu-abu, Kepada Siapa Kami Percaya dan Jeda.
Ketika membuka ketiga kegiatan tersebut, Ketua Jurusan Sastra Indonesia Unand, Dra Aslinda, MHum memberikan apresiasi kepada mahasiswa.
Ia berharap, hendaknya kegiatan ini menjadi momentum agar mahasiswa memiliki kemampuan dalam berkarya dan mengkaji karya-karya sastra lainnya.
Selain itu, semua mahasiswa angkatan 21 juga tampil membacakan puisi, termasuk sejumlah dosen. Ada di antaranya yang membacakan puisi dari buku antologi tersebut.
Turut hadir Duta Bahasa Provinsi Sumatera Barat Wanda Anandita, yang juga anggota Bengkel Literasi Rakyat Sumbar.
(Rel/fir/zhilan zhalila)























