LIMAPULUH KOTA, forumsumbar —Ketika ditanya apa kebutuhan masyarakat dalam menghadapi banjir bandang yang sering terjadi di Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, dikatakan tokoh pemuda setempat Feri (42), “kami butuh perahu karet dan sampan”.
Hal itu terungkap saat kunjungan lapangan acara bimtek Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) yang diadakan BPBD Sumbar bagi jurnalis media cetak, elektronik dan online di Sumbar, Jumat (1/11), ke Nagari Pangkalan, yang terletak di jalan raya Sumbar – Riau.
Perahu karet dan sampan, gunanya untuk evakuasi warga, khususnya para orangtua dan anak-anak. “Dulunya waktu terjadi bencana banjir bandang di tahun 2017, ada bantuan perahu karet satu, tapi sekarang kondisinya sudah tidak bisa dipakai lagi,” ujar Feri.

Nagari Pangkalan yang terdiri dari 11 jorong, dengan penduduk 2458 KK itu merupakan titik tumpu dari 4 sungai yang mengalir, yakni Batang Hulu Kasok, Maek, Manggilang dan Samo. “Akibatnya, ketika hujan deras di hulu, air melimpah,” sebut Feri.
Sementara Wali Nagari Pangkalan Rifdal Laksamano menyampaikan, dari 11 jorong yang ada di nagarinya, ada 6 jorong yang rentan terhadap bencana banjir karena terletak di daerah aliran sungai (DAS). “Kalau sudah hujan selama dua hari, masyarakat di 6 jorong itu selalu was-was akan datangnya banjir bandang,” ujarnya.
Sekarang, menurut Pak Wali, sudah dibangun jalan evakuasi menuju tempat yang tinggi, bukit kecil di belakang nagari. “Begitu juga dengan pemasangan bronjong di aliran sungai, sudah dikerjakan oleh BPBD kabupaten,” ucapnya.
Permasalahan yang ada, bagaimana dengan PLTA Koto Panjang. Saat banjir besar tahun 2017, dilema bagi PLTA Koto Panjang untuk membuka bendungan. Kalau dibuka lebar maka Kabupaten Kampar Provinsi Riau akan kebanjiran akibar air yang akan mengalir ke daerah tersebut. Kalau tidak ya itu kejadiannya, daerah Pangkalan banjir setinggi kurang lebih 2-3 meter.

“Kemudian agar masyarakat siap siaga dengan bencana, saat ini, kata Pak Wali, sudah dibentuk 3 Kelompok Siaga Bencana (KSB) di tiap jorong yang ada di Nagari Pangkalan. Kelompok ini dibimbing BPBD kabupaten dan provinsi,” ungkapnya.
Kunjungan ke lapangan dibagi 2 lokasi, selain di Nagari Pangkalan juga ke Nagari Situjuh, dan didampingi Kabid Rehab Rekon BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Arif Fadilah, Kabid Rehab Rekon BPBD Sumbar Suryadi, serta panitia lainnya dari BPBD provinsi. (Isa)






















