PARIAMAN, forumsumbar —Kabar duka menyelimuti Kota Pariaman, Jumat (18/10) lalu. Zulfikar alis Pipi, seorang seniman kota Pariaman itu telah dipanggil Yang Maha Kuasa.
Lelaki berusia 51 tahun, yang juga salah seorang pewaris Tabuik Pasa Pariaman, pergi dengan tenang. “Ia pergi tanpa isyarat. Karena beberapa menit sebelum menghembuskan nafas terakhir masih terlihat bersepeda motor di kawasan Plaza Pariaman,” ujar Mulyadi seorang kerabatnya.
Zulfikar menghembuskan nafas terakhir dalam posisi tertidur di atas kursi ruang tamu di rumahnya, di Kampung Pondok Pariaman.
“Uda Pipi adalah Pahlawan Seni Kota Pariaman. Kita kehilangan tokoh yang telah banyak menginspirasi dunia kesenian di Kota Pariaman,” ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar ketika melepas jenazah Zulfikar di rumah duka.
Zulfikar alias Pipi, di Kota Pariaman selain dikenal sebagai salah seorang dedengkot Sanggar Paris, juga dikenal sebagai seorang pelawak dan telah melahirkan banyak kader.
Berkali-kali lomba tingkat Sumbar, baik teater, baca puisi, lawak serta lomba pantonim, tim yang ditukangi Zulfikar bersama pasangan duetnya Epi Pinokio berkali-kali juara. Taman Budaya Padang, ikut mencatat prestasi itu.

Belakangan, memang secara fisik, kondisi almarhum Zulfikar sedikit menurun. Namun semangatnya mampu mengalahkan penurunan kondisi itu. “Pipi selalu bersemangat,” ujar Jefriki dan Defriatos, dua kerabat yang selalu bersama almarhum dalam keseharian.
Kepergian Pipi, tidak hanya kehilangan bagi anak istri beliau, Lola, kehilangan pahlawan seni bagi Kota Pariaman, sekaligus kehilangan teman-teman bercanda bagi kerabatnya di Sanggar Paris, sanggar yang telah melahirkan banyak seniman dan wartawan Kota Pariaman yang berkiprah di Sumatera Barat.
“Almarhum Pipi, adalah tonggak tuo kita di Pariaman. Tempatan bagi teman-teman dari rantau ketika pulang kampung,” ujar Arkhi, Syaharman Zanhar, Gusfen Khairul, Asfar Amir Tanjung dan Wiztian ‘Ciweg’ Yoetri yang juga lahir dan dibesarkan Sanggar Paris, sebuah organisasi seni yang berdiri sejak tahun 70-an dengan pionirnya almarhum Sutan Iwan Soekri Munaf.
Selamat jalan Bung Zulfikar, karya dan jasamu senantisa terpahat dalam kiprah seni di kota Pariaman. (Rel)






















