JAKARTA, forumsumbar —Gubenur Sumbar Irwan Prayitno membuktikan komitmen dan konsistensinya soal keterbukaan informasi publik di Sumbar di hadapan penguji Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Informasi (KI) Pusat. Ditegaskannya bahwa keterbukaan informasi publik merupakan sebuah keniscayaan, dan untuk itu ruang publik harus dibuka seluas-luasnya.
Momen itu sekaligus penilaian terhadap Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2019 tingkat nasional, dan saat penilaian, Kamis (17/10) di Hotel Mercure Batavia Jakarta, Irwan Prayitno langsung menjelaskan kepada penelis Siti Zuhro, Dadang Hidayat dan Komisioner KI Pusat Cecep Suryadi soal komitmen, kolaborasi, kordinasi dan konsistensi serta inovasi Pemprov Sumbar dalam Pengelolaan dan Pelayanan Keterbukaan Informasi Publik.

“Lewat aplikasi onsmart di play store, semua informasi publik di produksi Pemprov Sumbar itu, dan dari jari saja masyarakat bisa tahu,” ujar Irwan.
Bahkan Irwan Prayitno yang didampingi Kadiskominfo Sumbar Yeflin Luandri, Ketua KI Sumbar Adrian Tuswandi dan Komisioner Kelembagaan KI Sumbar Tanti Endang Lestari menegaskan, sinerginya Pemprov Sumbar dengan terlinknya data dan informasi publik yang berasal dari Pemkab dan Pemko se-Sumbar.
“Juga menjadikan KI sebagai lembaga yang merdeka dan mandiri, meski anggaran, sarana dan prasarana serta fasilitasi administrasi dari APBD Sumbar. Jadi internal KI, Pemprov Sumbar tidak ikut campur,” ujar Irwan Prayitno.
Pada Monev dalam bentuk presentasi yang digelar KI Pusat ditujukan untuk mencari badan publik informatif secara nasional tahun 2019. Dari 33 provinsi hanya Gubernur Sumbar, Gubenur Kalbar dan Wakil Gubernur NTB hadir langsung di ajang presentasi badan publik dalam rangka Monev KI Pusat itu.
Kehadiran Irwan Prayitno direspon positif banyak kalangan penggiat keterbukaan informasi publik. “Hadir kepala daerah langsung, membuktikan keseriusan dan komitmen soal keterbukaan informasi publik,” ujar Komisioner KI DKI Dawam lewat WhatsApp Grup (WAG) Rumah KI.
Sementara itu, Ketua KI Sumbar Adrian Tuswandi menegaskan, mengenai Irwan Prayitno, soal keterbukaan informasi publik-nya tidak diragukan lagi. “Beliau hadir memberikan presentasi di hadapan penelis nasional, jadi bukti konkret bahwa di Sumbar keterbukaan informasi publik tidak sekedar lips service belaka,” ujar Adrian kepada forumsumbar.com melalui WA. (Rel)























