PADANG, forumsumbar —Baru-baru ini Masjid Raya Sumbar mendapatkan anugerah sebagai arsitektur terbaik di dunia. Tentu ini menjadi kebanggaan akan ikon religius di Sumbar itu.
Tapi menjadi ikon dan mendapatkan penghargaan dunia itu tidak bim salabim, atau abrakadabra seketika. Ada proses panjang melelahkan untuk menjadikan megahnya bangunan religi itu.
Satu yang pasti; basamo mako manjadi, menjadi spirit bertuah hingga Masjid Raya Sumbar saat ini jadi kebanggaan ummat muslim Sumbar, baik di ranah maupun di rantau.
Berawal dari pemanfaatan tanah luas milik Pemprov Sumbar, walau sempat terjadi pesengketaan di pengadilan. Lalu diadakan sayembara arsitektur, dilanjutkan peletakan batu pertama hingga terkendala dana besar mewujudkan mimpi Sumbar, sampai ada sumbangan dari APBD provinsi lain hingga tuntas diselesaikan oleh Gubernur Sumbar dua periode (2010-2021) Prof Irwan Prayitno.
Penampakan Masjid Raya Sumbar memang rancak dan menyejukkan jiwa bagi siapa saja yang memandangnya, dan dari sudut manapun melihat kemegahan bangunan fenomenal itu.
Meski kini masjid itu diakui sebagai salah satu dari beberapa arsitektur terbaik di dunia yang beritanya viral dua tiga hari ini di berbagai berita media, satu yang pasti di masa Prof Irwan Prayitno lah Masjid Raya Sumbar dapat dituntaskan pembangunannya.
Prof Irwan yang menjadi Gubernur Sumbar 2010 pasca-Sumbar luluh lantak oleh Gempa 2009, harus terpecah konsentrasi antara memperbaiki infrastruktur publik yang hancur karena gempa atau menuntaskan pembangunan masjid yang sejak diletakkan batu pertama oleh Gubernur Gamawan Fauzi dan dibangun fondasi dan tiang, banyak pihak meyakini pascagempa, Masjid Raya Sumbar akan menjadi monumen beton saja.
“Langkah pasti dengan berpacu antara merekoveri Sumbar pascagempa dengan menyiapkan anggaran untuk selesaikan Masjid Raya,” ujar Irwan Prayitno, melalui keterangan persnya, Selasa (21/12).
Tapi karena niat untuk mensyiarkan Islam di Ranah Minang, meski sempat terkendala habis anggaran, Irwan Prayitno tetap saja ada jalan.
“Saat Pj Gubernur Pak Donny Monek dengan lobinya mampu mendulang sumbangan hibah APBD dari provinsi lain, lambat tapi pasti kemegahan religius mulai terlihat di pangkal bilangan Khatib Sulaiman itu,” ujar Irwan.
Saat dipercaya kembali menjadi Gubernur Sumbar periode kedua, Irwan Prayitno yang kini menjadi Rektor Universitas Adzkia kembali bertekad menuntaskan pembangunan Masjid Raya.
“Tanpa ada menara masjid hambar landscape-nya. Akhirnya lewat dukungan DPRD Sumbar, menara masjid pun bisa dibangun menjulang tinggi. Dan sebelum berakhir masa jabatan kedua, Allhamdulillah lanscape Masjid Raya tuntas,” ujar Irwan Prayitno.
Tak itu saja, di ujung jabatan periode kedua sebagai Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pun berhasil membangun masjid mentereng di komplek Kantor Gubernur Sumbar. “Semua itu terwujud tidak lepas dari kolaborasi dan sinergistas semua elemen masyarakat di Sumbar,” ujar Irwan Prayitno.
Awal minggu ini, Masjid Raya Sumbar dinobatkan sebagai karya arsitektur terbaik di dunia, Irwan Prayitno pun bersyukur dan berharap semakin syiar Islam di Ranah Minang.
“Selamat kepada Pak Gamawan, dan satu yang pasti orang Sumbar menilai apa adanya dan tidak akan melupakan semua yang berkontribusi menjadikan Masjid Raya Sumbar seperti saat ini,” ujar Irwan Prayitno.
(Rel/Ad)






















