PADANG, forumsumbar —Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat Bidang Pertanian, sekalian dalam rangka Lustrum XIII Fakultas Pertanian Unand, mengadakan seminar internasional dengan tajuk International Conference on Biobased Economy and Agricultural Utilization (ICBEAU) 2019 pada tanggal 17-19 September di Kyriad Bumiminang Hotel, Padang.
Menurut ketua panitia Prof Jamsari, seminar ini mengundang keynote speaker dari berbagai negara di antaranya, Morio Tsukada (ahli ekologi serangga dari Jepang), Prof Asmah Awal (ahli bioteknologi dan kultur jaringan dari Malaysia), Duong Van Nha (ahli agribisnis dari Vietnam) dan Prof Dian Fiantis (ahli tanah dari Universitas Andalas).
“Seminar internasional ini diharapkan bukan sebagai seminar pertama dan terakhir dalam cakupan BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Pertanian, tetapi menjadi langkah awal bagi pertemuan ilmiah skala internasional berikutnya untuk pengembangan sains,” ujar Prof Jamsari, guru besar Fakultas Pertanian Unand itu.
Sementara itu, Ketua BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Pertanian Munzir Busniah menyampaikan bahwa seminar internasional ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring kerja sama global dan sebagai momen untuk melakukan publikasi hasil penelitian di tingkat internasional.
Sisi lain dengan diangkatkannya seminar internasional ini, lanjut Munzir, berkumpulnya para peneliti, akademisi, pengusaha dan pembuat kebijakan yang diharapkan dapat menghasilkan perspektif baru tentang potensi ekonomi berbasis biologis di masa depan.
BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Pertanian, lanjut Munzir, merupakan bentuk kerja sama dari seluruh PTN wilayah barat yang memiliki bidang ilmu pertanian. “Saat ini, ada 18 PTN yang terlibat dalam keanggotaan BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Pertanian,” ujar Munzir.
Berdasarkan hasil rapat dekan-dekan dari berbagai PTN Bidang Pertanian tahun 2018 lalu, diharapkan program dari BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Pertanian di tahun 2019 tidak hanya mengadakan Seminar Nasional dan Rapat Tahunan (Semirata) saja, tetapi juga mampu mengangkatkan kegiatan seminar yang berskala internasional.
Dari seminar internasional ICBEAU 2019, berkembang pemikiran bahwa sistem pertanian harus memainkan peran lebih dari sekedar produsen makanan agar mampu memproduksi biomassa global. Kemudian juga harus mampu menyediakan banyak pengganti untuk mengonversi residu, produk sampingan dan produk sisa menjadi produk bernilai tambah, seperti makanan, pakan, produk berbasis biologis, layanan dan bioenergi.
Seterusnya keberlanjutan dari kerangka ini akan membuka peluang pasar untuk komersialisasi inovasi berbasis riset secara terbuka. (Rel/Trisna)






















