JAKARTA, forumsumbar —Pada rapat kerja (raker) Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada tanggal 9 Februari 2021 lalu, Anggota DPR RI Andre Rosiade meminta Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita untuk hadir secara fisik di ruang rapat Komisi VI, di Komplek Parlemen Senayan Jakarta.
“Karena sebagai mitra kerja Komisi VI, Menteri Perindustrian termasuk yang jarang hadir saat rapat kerja bersama,” ujar Andre, Sabtu (13/2), melalui rilisnya.
Politisi Gerindra itu berharap paparan Menteri Perindustrian terkait investasi bisa menjadi solusi, karena banyaknya pengangguran akibat pandemi Covid-19.
Pihaknya juga meminta Menteri Perindustrian untuk berbicara dengan Menteri Perdagangan, dan Menteri BUMN terkait smelter semen asing, untuk dikelola perusahaan nasional.
“Jangan sampai mereka untung besar mengeruk dari kita, tapi negara dan perusahaan nasional tidak mendapatkan apa-apa,” tukasnya.
Termasuk juga untuk surveyor, disebutkan Andre harus menggunakan surveyor nasional yang sudah memiliki sertifikat.
Kemudian terkait moratorium pembangunan pabrik semen baru, lanjutnya, saat ini ada pembangunan pabrik semen di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
“Ini tentu akan merugikan pabrik-pabrik semen nasional yang saat ini kuota produksinya surplus,” katanya.
Jaminannya apa, bahwa pasti 85% rencana produksi dari pabrik semen baru tersebut akan diekspor? Tanya Andre. Hal ini karena seringkali peraturan tinggal peraturan, karena lemahnya pengawasan.
Mengenai Tesla yang rencananya mau berinvestasi di Indonesia, Andre menyambut baik, tapi dengan catatan, tentu nantinya harus menguntungkan bagi bangsa.
(Ika)























