PADANG, forumsumbar — Dalam upaya mendukung keterbukaan informasi publik agar lebih masif, Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Sumbar, akan mengadakan acara workshop keterbukaan informasi publik untuk pemerintahan nagari atau desa di Sumbar.
FJKIP akan mengadakan beberapa angkatan, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang di setiap angkatan, dengan target menciptakan tenaga keterbukaan atau tenaga teknis sampai ke pemerintahan terendah, sehingga publik dapat mengetahui.
Rapat persiapan dalam menyiapkan workshop tersebut langsung dipimpin penanggung jawab Isa Kurniawan, didampingi Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi, Sabtu (23/1), di ruangan rapat KI Sumbar, Jl Sisingamangaraja, Padang.
Dalam workshop nantinya, FJKIP juga akan memberikan bagaimana menciptakan semangat keterbukaan di setiap nagari, termasuk juga dalam pembuatan dan pengelolaannya website.
Isa menegaskan, dalam era digitalisasi, semua pengelola keuangan negara harus mampu mengelola laporan melalui jaringan internet. Selain itu juga bisa mengelola berita dari kalangan pemerintahan terendah tersebut.
“Kita ingin dalam workshop ini semua pengelola website mampu menjabarkan semua aplikasi yang diembankan pada mereka, sehingga transparansi tercipta dengan baik,” ulas Isa Kurniawan.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua KI Sumbar Adrian Tuswandi, dimana semua pihak termasuk pemerintahan nagari, memahami bagaimana keterbukaan secara digital bisa dilaksanakan dan diakses dengan baik.
“Kita berharap, kabupaten dan kota se-Sumbar bisa membantu rencana kegiatan ini, karena amat bermanfaat untuk kepentingan bersama, dalam menciptakan transparansi publik,” kata Adrian Tuswandi, yang kerap dipanggil Toaik.
Selain Toaik dan Isa, tampak anggota FJKIP lainnya yang juga memberikan berbagai masukan, sehingga rencana ini dapat berjalan dengan baik dan bisa membantu KI dalam melakukan berbagai penilaian keterbukaan pada berbagai instansi sampai ke nagari dan desa.
“Kita harus memulai ini dengan baik dan serius, sehingga workshop tersebut memang terasa manfaatnya bagi para peserta, juga pada lembaga,” tambah Almudazir yang merupakan Bendahara FJKIP Sumbar.
Rapat perdana rencana workshop berlangsung rileks dan saling mengisi serta mengoreksi rancangan kegiatan, gunanya untuk suksesnya acara tersebut.
Workshop keterbukaan informasi publik tersebut rencananya akan diadakan Maret 2021 mendatang, dengan melibatkan berbagai nagari dan desa se-Sumbar.
(Rel/fjkip)























