PADANG, forumsumbar —Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar Muhammad Zuhrizul beserta beberapa pengurus, Selasa (10/9), melakukan audiensi dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal untuk melaporkan kegiatan “Silokek Geofest Rafting World Cup 2019”, yang akan dilaksanakan 10-14 November 2019 di sungai di kawasan Geopark Silokek Kabupaten Sijunjung.
Kejuaraan dunia arung jeram (rafting) itu rencananya akan diikuti kurang lebih 200-an partisipan yang datang dari berbagai negara dan benua. “Sebagai penanggung jawab keamanan di Sumbar, makanya pengurus FAJI Sumbar perlu melaporkan kegiatan tersebut ke Kapolda. Apalagi pesertanya banyak datang dari luar Indonesia,” ujar Zuhrizul.
Saat bertemu Kapolda di ruang kerja di Mapolda Sumbar Jl. Sudirman – Padang itu, disampaikan Zuhrizul bahwa Silokek track-nya bagus, view sungainya cantik, tapi sayang airnya tercemar ulah tambang liar di hulu sungai. Akibatnya air sungai menjadi keruh kecoklatan.
Pada dialog dengan Kapolda Sumbar itu, Zuhrizul baru tahu kalau jenderal bintang dua yang bergelar Kapolda Ninik Mamak Ranah Minang sangat paham potensi pariwisata Sumbar. “Beliau sangat respon atas paparan saya tentang Silokek, bahkan Kapolda sangat tahu Sumbar punya potensi wisata yang luar biasa,” ujar Zuhrizul menceritakan audiensinya dengan Irjen Fakhrizal kepada awak media.
Bahkan Kapolda mengapresiasi anak-anak muda di FAJI yang berani menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. “Ayo sukseskan kejuaraan dunia arung jeram yang akan dilaksanakan di Silokek Sijunjung,” ujar Fakhrizal.
Lebih lanjut Zuhrizul mengungkapkan, bahwa Kapolda Irjen Fakhrizal orangnya sangat supel dan low profile, serta selalu mengayomi kegiatan anak muda di Sumbar. Tentang sungai mengalir di Silokek menjadi lokasi arung jeram, Kapolda bersedia lakukan penertiban. Untuk lancarnya kegiatan dunia arung jeram, Pak Fakhrizal siap kerahkan anggota untuk mengamankan,” ujar Zuhrizul.
Bahkan FAJI, kata Zuhrizul, akan berusaha edukasi masyarakat karena menyangkut masalah ekonomi akan menggiatkan pariwisata di daerah tersebut. “Kita akan edukasi masyarakat bahwa tidak tambang saja berikan penghasilan, potensi Silokek tinggal menunggu waktu mendunia dan itu tidak rupiah tapi dolar Amerika nilainya,” tukuk Zuhrizul.
Selain itu FAJI bersama elemen penyelamat lingkungan siap bahu membahu bersama aparat penegak hukum untuk bertindak tegas pada oknum pengusaha illegal. “Mereka hanya pikirkan keuntungan pribadi dan tidak peduli kerusakan sungai yang menjadi sumber kehidupan dan berdampak luas,” tutup Zuhrizul. (Rel)























