JAKARTA, forumsumbar —Tahun 2020 adalah tahun yang berat bagi semua pihak, yang dipenuhi dengan kesedihan, air mata dan duka yang mendalam. Dimana banyak yang kehilangan orang tua, saudara, anak, sahabat dan rekan-rekan sejawatnya. Inilah tahun yang penuh guncangan dan kesedihan.
Demikian disampaikan Patrianef Darwis, Dokter Spesialis Bedah Umum Subspesialis Bedah Vascular yang bertugas di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, merefleksikan tahun 2020 di laman fesbuknya, Kamis (31/12).
“Bagi saudara-saudara kita para pekerja, tahun ini adalah tahun yang sulit, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) karena banyak perusahaan yang tidak mampu menghadapi turbulensi pada tahun 2020 ini,” ujarnya.
Begitu juga dengan para pekerja sektor informal, tahun ini menurutnya, adalah masa-masa yang sulit, karena ekonomi yang bergerak mundur mempengaruhi penghasilan dan pendapatan keluarga mereka.
“Bagi kita yang bergerak di dunia kesehatan, tahun ini adalah tahun yang berat. Karena semua turbulensi yang terjadi di tahun 2020 ini adalah akibat kemunculan wabah virus Covid-19 yang efek dominonya mempengaruhi semua sektor kehidupan,” imbuhnya.
Lanjut Patrianef, tenaga kesehatan menghadapi masa-masa sulit, bekerja dengan risiko kematian karena berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.
Bukan hanya sebatas risiko, katanya, tetapi banyak guru-guru (dokter senior ; red), sejawat, sahabat dan murid-murid yang menjadi korban.
“Kepedihan dan kesulitan itu diperberat oleh tuduhan bahwa kita seolah-olah mendapat keuntungan finansial dari wabah Covid-19 ini,” kata Patrianef.
Menurutnya lagi, sampai penghujung tahun 2020 ini belum terlihat ujung wabah Covid-19 ini, kurva kasus di Tanah Air belum memperlihatkan puncaknya dan masih terus menanjak.
Risiko kematian semakin mendekat ke lingkungan terdekat. Risiko penularan sudah berpindah dari tempat keramaian ke tengah keluarga. “Klaster Covid-19 berada di keluarga dan kesakitan serta kematian semakin mendekat bukan semakin menjauh,” terangnya.

Patrianef prihatin, banyak di antara tenaga kesehatan yang terkena Covid-19, bukan hanya terkena sekali, tetapi bisa terkena dua kali bahkan bukan tidak mungkin ke depannya mungkin terkena 3 kali bahkan lebih.
Hal ini, tambah Patrianef, memperlihatkan bahwa kekebalan yang dimunculkan oleh serangan Covid menjadi tidak jelas. Bahkan dia menjadi ragu apakah nanti vaksin Covid-19 yang mulai di berikan kepada masyarakat di tahun depan akan memberikan kekebalan.
“Pertanyaan yang wajar, karena ternyata terpapar Covid-19 dan menjadi sakit tidak sepenuhnya memberikan kekebalan bagi yang pernah sakit,” ujar Patrianef yang pernah bekerja menjadi Staf Medik Fungsional di RSUP M Djamil Padang.
Banyak hal tentang Covid-19 ini yang masih menjadi misteri bagi dunia kedokteran, tetapi walaupun demikian dunia kesehatan dan kedokteran harus terus bergerak mencari solusi bagi wabah ini. Mudah mudahan, harapnya, solusi penyakit ini segera ditemukan dalam waktu dekat.
Hal yang positif dari kejadian selama tahun 2020 ini, harus membuat semua semakin kuat dalam menghadapi guncangan ini. “Hidup harus terus berjalan di tengah wabah ini, kehidupan tidak boleh terhenti,” kata Patrianef yang juga pernah jadi KMSF Bedah di RSUD Rokan Hulu Riau.
Kemudian Patrianef juga menyoroti Menteri Kesehatan (Menkes) yang tidak berlatar belakang dunia kesehatan. Dia mengucapkan selamat datang kepada menteri baru, dan tidak tahu apakah hal ini akan membawa kebaikan atau tidak ke depannya. “Hanya waktu yang akan membuktikannya. Wallahu a’lam,” sebutnya.
Sebagai orang yang bergerak di dunia kesehatan, lanjutnya, tentu saja tertumpang harapan yang sangat besar terhadap nakhoda baru. Mudah mudahan saja menteri yang baru dapat memenuhi harapan semua pihak.
Disampaikan Patrianef, dia tidak yakin bahwa pada tahun 2021 wabah ini sudah akan berlalu, apalagi di UK ternyata ditemukan strain baru dari virus ini yang menimbulkan outbreak yang baru.
“Tetapi kita yakin bahwa kita akan semakin kuat, semakin sabar dan semakin terbiasa menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.
Akhirnya, kata Patrianef, tentu saja semua harus tetap berdoa agar Allah Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa menghapuskan wabah ini dari muka bumi ini Aamiin Ya Rabb.
“Salam sehat dan tetap mempertahankan semangat bagi kita semua,” tutupnya.
(Ika)























