SUMATERA UTARA, forumsumbar — Selain mengunjungi institusi pendidikan, Badan Nasional Penaggulangan Teroris (BNPT) juga aktif melakukan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus radikal intoleran dan terorisme.
Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat tersebut terlihat ketika Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar melakukan kunjungan ke Pimpinan Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah di Medan Sumatera Utara (Sumut), Rabu (2/12).
Didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Kepala BNPT disambut oleh Pimpinan Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara beserta jajaran.
Dalam kesempatan itu, Boy Rafli menjelaskan bahwa konsentrasi BNPT sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 adalah di bidang pencegahan. Dalam hal ini BNPT tidak bisa sendiri mengatasi terorisme dan membutuhkan kewaspadaan serta kesadaran yang sama dengan masyarakat sipil akan bahaya radikal terorisme.
“Pencegahan yang kami lakukan adalah membangun kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. Masyarakat perlu memahami bahaya radikal terorisme sebagai tantangan senyap namun nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Boy Rafli mengajak segenap komponen masyarakat untuk bersama melakukan pencegahan radikal intoleran dan terorisme berkedok agama dengan bentuk moderasi beragama. Hal ini penting guna mencegah disorientasi generasi penerus bangsa.
“Kita harus bersama-sama menjaga anak bangsa jangan sampai terbawa ajaran yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia yang menghargai leluhur dan pahlawan,” tukasnya.
Generasi berikutnya, kata Boy Rafli, jangan sampai mengalami disorientasi. Yakni tidak memiliki pemahaman tentang karakter bangsanya.
“Harus berpegangan pada dakwah Islam, dengan lebih mengedepankan nilai-nilai ukhuwah yang mengutamakan perdamaian,” kata Boy Rafli lagi.
Adapun Al Jam’iyatul Washliyah merupakan organisasi Islam yang berdiri sebelum Kemerdekaan Indonesia yaitu tepatnya pada 30 November 1930.
Dalam sejarahnya, Al Jam’iyatul Washliyah hadir seiring dengan menajamnya perbedaan di antara umat Islam, yang berpotensi terjadinya perpecahan. Hal ini terus membutuhkan upaya persatuan umat Islam. Upaya tersebut terus dilakukan dan akhirnya terbentuklah organisasi Al Jam’iyatul Washliyah yang artinya perkumpulan yang menghubungkan.
Maksudnya adalah menghubungkan manusia dengan Allah SWT (hablun minallah) dan menghubungkan manusia dengan manusia (sesama umat Islam) atau hablun minannas.
Sumber : bnpt.go.id























