PADANG, forumsumbar —Majunya Mahyeldi di Pilkada Sumbar 2020, dinilai bermasalah secara syariat. Sebab ia sudah melontarkan janji di depan rakyat, dan ada amanah yang harus ditunaikannya sampai tuntas, yakni sebagai Walikota Padang, sampai tahun 2024.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Syuro DPW Partai Masyumi Sumbar Ustadz Jel Fathullah, saat rapat kerja DPW Partai Masyumi Sumbar, yang digelar dalam rangka menyikapi Pilkada Sumbar 2020, seperti dilansir akun fesbuk Dunsanak Evi Yandri, Senin (23/11).
“Keikutsertaan Mahyeldi di pilkada secara syariat bermasalah, sebab setelah mendapat amanah lalu ditinggalkan. Padahal pada pencalonan Walikota Padang banyak pihak termasuk barisan Masyumi saat ini berjibaku dengan segala upaya untuk memenangkannya,” kata Ustadz Jel.
Menurutnya, ia tidak berani merekomensasikan Mahyeldi, karena itu halangan syar’i dan pelanggaran syariat. Takutnya nanti berjanji lagi, kemudian memungkiri. Lalu nanti loncat lagi ke jabatan lain. “Kita ingin membangun budaya politik yang positif di Sumbar,” ujarnya.
“Saya sudah WhatsApp Ustadz Abdul Somad (UAS), tak ada ulama yang mau merekomendasikan orang yang telah berjanji kepada rakyat untuk menuntaskan jabatan, lalu ditinggalkan,” katanya.
Ustadz Jel Fathullah mengkaitkan dengan kisah sahabat nabi soal janji kepada seseorang dan komitmen terhadap janji tersebut.
Sebelum meninggal, tutur Ustadz Jel, Sahabat Nabi, Abdullah Bin Umar, meminta seseorang untuk mendatangkan seorang anak muda dengan ciri-ciri tertentu. Lalu seseorang tadi bertanya alasannya.
Ibnu Umar menjawab, pemuda itu pernah mengajukan permintaan dan dia menjawab dengan insyaallah. Dia tidak mau memungkiri janji itu dan dia tidak mau menghadap Allah dengan sepertiga kemunafikan.
“Itu baru janji dengan satu orang, bagaimana janji itu dengan ratusan ribu warga Padang,” terang Ustadz Jel.

Dalam rapat kerja DPW Partai Masyumi Sumbar yang dihadiri 15 pengurus kabupaten / kota se-Sumbar itu, berdasarkan kajian dan segala pertimbangan, maka DPW Partai Masyumi Sumbar sepakat mendukung pasangan Nasrul Abit-Indra Catri.
“Awalnya kami polling pilihan politik untuk Pilkada Sumbar di grup WhatsApp, keluar nomor 2 dan 4. Namun unggul telak nomor dua, makanya saat ini kami jatuhkan dukungan untuk Nasrul Abit-Indra Catri,” kata Ketua DPW Partai Masyumi Sumbar, Budiman Datuk Bandaro Rajo.
Budiman kemudian menyertakan alasan kenapa memilih pasangan Nasrul Abit-Indra Catri ketimbang calon lain, termasuk Mahyeldi-Audy. Menurut dia, mayoritas anggota Masyumi ingin Mahyeldi tetap melanjutkan pengabdian di Kota Padang.
“Barisan Masyumi Sumbar saat ini mayoritas tim sukses Mahyeldi sewaktu mencalonkan diri sebagai Walikota Padang,” terangnya.
Begitu pula secara garis keulamaan, kader Masyumi juga lebih dekat dengan Mahyeldi. Namun ada beberapa hal krusial sehingga dukungan jatuh kepada Nasrul Abit-Indra Catri.
“Kami lebih mendukung Mahyeldi melanjutkan kepemimpinan di Kota Padang. Kemudian soal janji beliau waktu Pilkada Padang, kami ingin secara syariat beliau menunaikan janji dan jabatan di Kota Padang,” katanya.
(Ika)






















