PADANG, forumsumbar –—Genius Umar pastikan totalitas untuk Sumbar Maju, bahkan dalam masa kampanye Genius pun bulirkan pemikiran menjadi program di Pilkada Sumbar 2020, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk masyarakat petani.
Menurut Genius Umar, dibalik-balik seperti apa pun Sumbar pasti lah sektor pertanian tetap menjadi primadona masyarakat.
“Karena apa? Sumbar sejak dulu, kini dan ke depan adalah daerah agraris, maka pengembangan pertanian harus mampu mengangkat perekonomian masyarakat,” ujar Genius, Minggu (27/9), kepada media di Padang.
Dan faktanya petani di Sumbar mayoritas masih mengeluh soal income dan finansial, sehingga menggerus tingkat kesejahteraan mereka.
“Pemerintah harus melihat ini sebagai potensi tidak pasrah, harus ada kucurkan stimulus untuk mengangkat harkat dan martabat bapak-bapak dan ibu tani di Sumbar ini. Kredit Usaha Akyat untuk Petani adalah solusi yang akan saya dan Pak Fakhrizal retas ketika amanah diberikan masyarakat Sumbar pada 20 Desember 2020,” ujar Genius Umar.
Tapi menggarap total potensi pertanian Sumbar, Genius Umar yang Walikota Pariaman berstatus cuti kampanye, tetap menekankan untuk selalu mempertimbangkan dan memperhatikan keseimbangan ekologi.
“Lalu, pemasaran produk pertanian juga mesti nyambung dengan produk pertanian yang ditanam di samping untuk kebutuhan konsumsi lokal juah menjadikan Sumbar sebagai kawasan yang harus bisa memperkokoh fungsinya sebagai lumbung pangan kawasan Sumatera,” ujarnya.
Potensi pertanian luar biasa dengan sumber daya petani Sumbar oke, sangat terbuka produk ekspor hasil pertanian Sumbar ke banyak negara di kawasan ASEAN.
“Ini bisa terujud jika Sumbar mampu mempertahankan jalur lalulintas mulus ke Dumai dengan membuka jalur penyangga ke jalur utama Padang-Dumai, jadi campur tangan pemerintah itu tidak sekadar bagi bibit gratis, lalu bapak dan ibu petani dibiarkan begitu saja. Pemerintah harus berperan dari hulu ke hilir untuk sektor pertanian ini. Dan Fakhrizal-Genius leading soal ini,” ujarnya.
KUR untuk pertanian, lalu distribusi pemasaran sampai ekspor disiapkan pemerintah, menurut Genius Umar pasti memberi nilai tambah bagi sektor pertanian.
“Secara ekonomi akan terujud dan masyarakat akan sejahtera. Setiap kabupaten dan kota harus mampu membuat differensiasi produk pertanian yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakatnya,” ujar Genius.
Tentulah, kata Genius Umar, untuk memulai pertanian dengan pola industri agribisnis memerlukan modal yang besar dan petani untuk memulai tidak memiliki modal.
“Di situ, saya katakan tadi peran pemerintahlah yang akan membantu petani kepada aksesibilitas permodalan dan KUR ini juga diasuransikan sehingga jika terburuk terjadi gagal panen tidak membuat petani bertambah masalah,” terang Genius.
Dari kesemuanya itu pemerintah bertanggung jawab terhadap pascapanen dan tentu saja teknologi pertanian bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
(Rel/Ad)























