Tokoh Adat dan Ulama Pandang KAMI Tidak Perlu Ada di Sumbar

PADANG, forumsumbar — Adanya tokoh negeri ini yang ingin menyelamatkan bangsa, dengan membentuk organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), dipimpin Gatot Nurmantyo dan Din Syamsudin, ditanggapi dingin tokoh masyarakat Sumbar.

Di antara tokoh yang menilai KAMI tidak perlu ada di Ranah Minang, yakni Ketua Gebu Minang Sumbar, Boy Lestari Dt Palindih dan Ketua Umum LKAAM Sumbar M. Sayuti Dt Rajo Panghulu.

Boy Lestari mengatakan, sampai saat ini Sumbar belum membutuhkan kehadiran KAMI, karena daerah ini sudah memiliki benteng kuat seperti LKAAM, Bundo Kanduang, Cadiak-pandai dan Alim ulama.

“Sumbar atau Ranah Minang tidak membutuhkan KAMI, karena darah ini sudah memiliki pagar untuk menyelamatkan negara melalui adat dan agama serta Bundo Kanduang, sehingga dari dulu sampai sekarang Indonesia tetap dijaga oleh orang Minang,” ulas Boy Lestari yang juga seorang buya dan ninik-mamak.

Ditambahkannya, Minangkabau atau Ranah Minang dari dulu sudah menjaga negeri ini, itu bisa dilihat dari filosofinya, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menandakan kalau dengan adat dan agama bisa menjaga negeri ini dari rongrongan mana saja.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum LKAAM Sumbar M. Sayuti Dt Rajo Panghulu, maka ketika diundang untuk deklarasi ia tidak menghadiri acara tersebut, karena negara ini akan bisa diperbaiki dari dalam, bukan dari luar pemerintahan.

Dt Sayuti juga mengatakan, untuk kembali menormalisasi negara ini, dengan kembali pada UUD 1945, dan tidak perlu ada lembaga-lembaga penyelamat seperti yang didirikan beberapa tokoh tersebut.

“Perbaiki negara ini dari dalam, ngak akan mungkin bisa memperbaiki dari luar, karena itu akan menjadi kontra pemerintahan, akan mengakibatkan semakin bergejolak dan tidak akan ada yang terselamatkan,” tegas Dt Sayuti.

Kedua tokoh tersebut tampaknya memang menolak kehadiran KAMI, karena Ranah Minang tanpa organisasi tersebut sudah menyelamatkan negara ini dari zaman penjajahan, pergolakan dan sampai saat ini.

(Rel/Aang)