BUKITTINGGI, forumsumbar — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Hj Nevi Zuairina melakukan Sosialisasi Empat Pilar di daerah pemilihannya dengan mengangkat tema UMKM bermatabat upaya tangguh dalam masa pandemi Covid-19.
Sebagaimana diketahui bersama, Presiden RI menyatakan bahwa poin utama dalam menyikapi perekonomian bangsa yakni melalui UMKM yang tumbuh dari akar masyarakat.
Sosialisasi Empat Pilar yang dilakukan politisi perempuan dari PKS ini diadakan di Kota Bukittinggi, yang dihadiri kalangan simpatisan PKS, pegiat UMKM Kota Bukittinggi dan tokoh-tokoh masyarakat di sekitar Kota Bukittinggi.
“Saya turut apresiasi, GENPRO (Global Enterperneur Profesional) Chapter Bukitinggi yang memberikan kerja nyata untuk bertahan di masa pandemi Covid-19 ini, dan apalagi rata-rata penggiat UMKM yang di GENPRO merupakan anak-anak muda yang energik,” sebut Nevi.
Politisi PKS ini menjelaskan, bahwa bangsa kita memang memerlukan sosok-sosok muda sebagai simbol perwajahan bangsa yang akan memikul beratnya persaingan global dunia digital dan perdagangan internasional dengan pembatasan yang minim.
Teknologi Informasi yang menjelma pada sosial media menjadi ajang diskusi ruang publik bila tanpa di bentengi dengan dasar-dasar persatuan bangsa yang termaktub pada Pancasila dan UUD 1945, maka friksi merupakan ekses negatifnya.
Selain Pancasila dan UUD 1945, nilai-nilai agama dan adat-istiadat tiap daerah juga akan sangat diperlukan untuk memperkuat jiwa-jiwa toleransi dan empati ketika berkomunikasi dan berdialektika secara bebas dalam dunia maya.
“Sosialisasi Empat Pilar ini merupakan ajang yang sangat baik dan sudah terlaksana di semua daerah yang dilakukan oleh anggota MPR RI di dapil masing-masing. Saya secara pribadi menginginkan sosialisasi ini selain menjadi sarana transfer ilmu dan komunikasi langsung dengan masyarakat, juga sebagai penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat melalui anggota DPR/MPR RI,” tukas Nevi.
Aspirasi kepada pemerintahan pusat, lanjut Nevi, langsung dapat disampaikan oleh mayarakat tanpa perantara. Buah pemikiran pada kontribusi pembangunan bangsa dan negara, baik sekali muncul dari kalangan anak-anak muda pengiat UMKM di tiap daerah yang kemungkinan belum muncul akibat belum ada sarana untuk menampungnya.
Anggota MPR yang juga duduk di Komisi VI DPR RI ini menambahkan, saat ini banyak sekali anak-anak bangsa penggiat UMKM yang tersembunyi kemampuannya karena tidak ada ekspos yang mewadahinya. Mutiara-mutiara bangsa ini perlu di jaring oleh forum-forum kenegaraan yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan di tiap-tiap daerah.
“Boleh jadi di antara jutaan penduduk Indonesia ini, masih akan muncul pemuda-pemudi milenial dengan kemampuan pemahaman berbangsa dan bernegara pada kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.
Menurut Nevi, keutuhan pemahaman yang menyeluruh dan berkelanjutan akan mampu mewujudkan visi dan misi Indonesia sebagai negara yang maju, kuat dan bermartabat.
Semoga, harap Nevi, sosialisasi Empat Pilar berupa Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Bhinneka Tunggal Ika, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara & Ketetapan MPR, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan dapat semakin dekat kepada masyarakat apabila terus-menerus dilakukan oleh anggota MPR langsung kepada masyarakat.
“Dengan meratanya sosialisasi kepada seluruh penduduk Indonesia, akan menjadi sarana pengokohan pemikiran masyarakat terhadap rasa nasionalisme yang kuat terhadap bangsa dan negara,” tutup Nevi.
(Rel/NZCenter)























