PADANG, forumsumbar —Karut marutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 tingkat SMA, membuat puluhan orangtua peserta didik baru datangi posko Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Rabu (8/7).
Raut wajah kecewa para orangtua murid saat tahun ajaran baru anak-anak meraka gagal dalam proses penerimaan siswa baru terlihat jelas.
Sistem zonasi PPDB membuat semuanya jadi kacau balau, salah satu orang tua murid Desrizal mengatakan, rayon anaknya bisa lulus di SMAN 3 Padang, tapi berdasarkan zona seharusnya bisa masuk SMAN 12, nyatanya juga tidak bisa karena ia tinggal di Perumdam 3 Siteba, Padang.
“Kami hanya ingin anak-anak sekolah, saya minta kepada gubernur melalui Kadis Pendidikan Sumbar agar bekerja maksimal untuk atasi semua ini, jangan persulit anak-anak kami” ujar Desrizal.
Syafril salah satu orangtua murid menyampaikan, untuk SMP justru tidak sepenuhnya berdasarkan zonasi, tetapi dilihat dari segi umur. Jadi sekarang mau pintar atau tidak yang pasti sekarang susah masuk sekolah.
“Masalah zonasi, jarak rumah dengan sekolah tidak sampai 1 km, tetapi tidak juga lulus, yang jarak hampir 3 km dari sekolah mereka lulus, ini ada apa dengan pemerintah daerah. Saya hanya minta kepada pemerintah tolong jangan lepas tangan dan dengar aspirasi kami demi anak-anak,” kata Syafril.
Sementara itu, terkait keluhan orangtua siswa, Kasubag Umum dan Perlengkapan Disdik Sumbar Hendri Gusman Darma menyampaikan, ia tidak punya wewenang menjawab keluhan orangtua murid.
“Namun, ia diminta oleh Kadisdik untuk menyampaikan, bahwa jika ada keluhan atau kendala dari orangtua murid, maka disarankan untuk melaporkan ke sekolah masing-masing karena operator ada di masing-masing sekolah,” ujarnya.
(Romelt)























