JAKARTA, forumsumbar —Mantan Bupati Tanah Datar Masriadi Martunus berharap dalam memaknai HUT ke-74 RI, bagaimana budaya jujur melekat di setiap warga negara, sehingganya kehidupan berbangsa dan bernegara itu menjadi lebih kuat.
Menurutnya, Indonesia saat ini tidak kekurangan orang hebat, tapi krisis orang jujur. Prilaku korupsi di kalangan elit tidak pernah putus-putusnya. “Hampir setiap saat kita dengar dan tonton, para elit ditangkap oleh KPK karena suap, dan korupsi,” kesal Masriadi, Minggu (18/8) saat diminta kesan dan pesan dalam rangka hari kemerdekaan.
Prilaku korupsi itu timbul karena tidak jujurnya mereka di dalam bekerja. Amanah yang diberikan kepada mereka, sebut mantan bupati yang menjabat dari tahun 2000-2005 itu, dengan seenaknya mereka khianati. Mereka itu tidak jujur pada diri mereka sendiri, termasuk kepada bangsa dan negara.
Periode kedua Presiden Jokowi yang akan lebih menekankan kepada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), lanjutnya, tidak usah muluk-muluk. Cukup dengan memberikan pendidikan tentang norma-norma ketimuran yang selama ini hidup di tengah-tengah masyarakat, salah satunya adalah bersikap jujur.
“Masyarakat kita saat ini butuh keteladanan dari para pemimpin. Ketika mereka tidak jujur maka runtuhlah kepercayaan itu. Tidak semua orang bisa menjadi pemimpin yang baik. Banyak yang silau dengan materi. Akhirnya bertindak tidak jujur, dan kemudian berurusan dengan hukum,” imbuh ninik mamak yang bergelar Datuak Rajo Panghulu itu.
Terakhir, sebut Masriadi, masyarakat harus pula menunjukkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya harus bisa mengikuti aturan yang berlaku di Republik ini. Jangan sampai masyarakatlah yang mengajarkan petugas menjadi tidak jujur, dengan menyuap atau menyogok mereka.
Tak lupa Masriadi menyampaikan, “Selamat HUT ke-74 RI. Semoga Indonesia semakin maju, dan sikap jujur selalu melekat di setiap warga negara,” tutupnya. (Isa)























