SIJUNJUNG, forumsumbar —Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19 di Sumbar, nagari-nagari mulai bangkit menata kehidupan baru yang disebut new normal. Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, termasuk nagari yang siap menjalani tatanan kehidupan baru.
Komisi I DPRD Sumbar yang membidangi Hukum dan Pemerintahan, Sabtu (13/6), meninjau Nagari Kumanis dalam menangani Covid-19 dan pasca menjalani PSBB. Kunjungan ini didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar dan Korprov Konsultan Pendamping Wilayah Dana Desa.
Menurut Walinagari Kumanis, Sumiki Kamel Sutan Palembang, untuk penanggulangan dampak Covid-19, dialokasikan Dana Desa sebesar Rp116 juta untuk APD, masker, penyemprotan disinfektan dan operasional Posko Covid-19.
“Semua Bansos yang diberikan pemerintah telah disalurkan tanpa gaduh, termasuk BLT Dana Desa sebesar Rp245 juta untuk 136 Kepala Keluarga (KK),” kata Walinagari Sumiki.
Saat ini tahapannya, sebut walinagari, adalah langkah strategis ke depan yaitu new normal untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, dimana ada tiga langkah yaitu memaksimalkan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) sebagai motor perbaikan ekonomi serta pendampingan UMKM, budidaya pinang hibrida untuk peningkatan ekonomi masyarakat, dan menyelesaikan kegiatan fisik melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
Langkah strategis yang dilakukan Pemerintahan Nagari Kumanis ini mendapat pujian dan apresiasi dari Komisi I DPRD Sumbar.
Menurut Wakil Ketua Komisi Evi Yandri Rajo Budiman, dari beberapa kali kunjungan selama dua bulan ini, Nagari Kumanis dinilai lebih siap, mulai dari penanganan Covid-19, penyaluran BLT Dana Desa dan Bansos, serta langkah yang dilakukan pasca PSBB.
“Nagari lain perlu belajar ke Kumanis, karena penanganan Covid-19 dengan terukur dan pelaporan yang baik. Hasil akhirnya adalah tidak ada masyarakat Kumanis yang terpapar Covid-19, padahal perantau yang pulang mencapai 75 orang. Semua ditangani sesuai protokol kesehatan,” kata Evi Yandri Rajo Budiman, politisi Partai Gerindra ini.
Apresiasi dan sekaligus menggali kiat-kiat Nagari Kumanis juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD Sumbar lainnya Bakri Bakar. “Walinagari Kumanis mampu menjadi leader yang menjadi panutan masyarakat dalam penanganan wabah Covid-19,” kata Bakri Bakar lagi.
Semtara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas mengatakan, transparansi dan keberhasilan penanganan Covid-19 di Nagari Kumanis ini merupakan inspirasi di Kabupaten Sijunjung, dimana BUMNag langsung berperan membangkitkan perekonomian masyarakat pasca Covid-19.
Tim Komisi I DPRD Sumbar yang berkunjung ke Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung ini adalah Ketua Komisi Syamsul Bahri (PDIP), Wakil Ketua Evi Yandri Rajo Budiman (Gerindra), Sekretaris HM Nurnas (Demokrat), Anggota Komisi Bakri Bakar (Nasdem), Zafri Deson (Golkar) dan Muhammad Ridwan (PKS).
Kepala Dinas PMD Sumbar Syafrizal Ucok, yang mendampingi Komisi I DPRD mengatakan, Kabupaten Sijunjung merupakan lima daerah pertama yang 100 persen menyalurkan BLT Dana Desa. Ini berkat kepiawaian bupati dan Kadis PMN Sijunjung Khamsiardi.
“Sijunjung menyalurkan BLT Dana Desa sebesar Rp16 miliar untuk 9.240 KK, tahap pertama April sudah tuntas,” kata Syafrizal Ucok, yang didampingi Sekretaris PMD Armen, Korprov Pendamping Desa Feri Irawan dan wakilnya Khairul Anwar.
(Rel/Nov)























