MEKKAH, forumsumbar — Puncak ibadah haji itu segera tiba, dimana jemaah haji menunaikan rukun haji dengan menjalani prosesi wukuf di Padang Arafah. Dan sebanyak 231 ribu jemaah haji Indonesia pun mulai bergerak ke Arafah pada Jumat (9/9/) atau pada 8 Zulhijah sekitar pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi.
Menurut Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Subhan Cholid, pergerakan ke Arafah jemaah Indonesia akan dilakukan secara bergelombang. Mereka dibagi dalam tiga fase: pukul 07.00-12.00, 12.00-16.00 serta 16.00-24.00, serta dilayani oleh 21 bus.
“Biasanya kita sampai tengah malam pada tahun lalu, sehingga Sabtu 9 Zulhijah seluruh jemaah sudah berada di Arafah untuk melaksanakan wukuf,” ujarnya seperti dikutip di laman detikcom.
Wukuf di Arafah merupakan rukun inti ibadah haji. Untuk itu, seluruh jemaah haji termasuk yang sedang sakit atau wanita yang sedang haid tetap harus berada di kawasan Arafah pada 9 Zulhijah, minimal sesaat di antara waktu Zuhur hingga waktu Fajar Hari Raya Idul Adha. Adapun wukuf yang paling utama dan sempurna adalah terus menerus berada di Arafah.
Sejak waktu Zuhur hingga magrib tanggal 9 Zulhijah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Para jemaah yang sakit bisa diantar ke Arafah dengan kendaraan meskipun hanya lewat, yang dikenal dengan istilah safari wukuf.
Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, untuk pertama kalinya tenda bagi haji reguler di Arafah dilengkapi dengan air conditioner (AC) pada musim haji 1440H/2019M kali ini.
“Ini bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk kesehatan jemaah selama melaksanakan wukuf di Arafah,” kata Menag.
Ia menambahkan, diperkirakan pada saat wukuf tanggal 9 Zulhijah mendatang diperkirakan suhu di Arafah berkisar antara 40 hingga 45 derajat celcius.
Menag juga mengajak jemaah haji Indonesia tetap mempertahankan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan istirahat yang cukup jelang masa puncak haji wukuf di Arafah.
Sebelumnya, Lukman beserta rombongan Amirul Hajj telah mengecek kesiapan tenda di Arafah dan Mina pada Senin, 5 Agustus 2019 lalu. Di Arafah, Menag mengecek fasilitas tenda mulai dari nomor tenda, AC, sambungan listrik, hingga penerangan dalam tenda. Menag juga mengecek kesiapan fasilitas kesehatan, dapur, toilet, serta instalasi air di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sementara Kepala Seksi Akomodasi Daker Mekkah Abduh Dhiyaurrahman mengungkapkan jumlah AC yang ada pada masing-masing tenda di Arafah menyesuaikandengan luas serta kapasitas tenda. Di Arafah terdapat dua jenis ukuran tenda, masing-masing 15×25 meter dan 10×15 meter.
“Nah rasio antara jumlah AC dengan jumlah orang itu sekitar 1:90,” tutur Abduh. (NN)
Sumber : detikcom























