
Oleh: Wiztian Yoetri
(Wartawan Senior)
MESKI Andre Rosiade bukan berasal dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, perhatian Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu cukup besar untuk Kota Pariaman.
“Kami atas nama warga Kota Pariaman sangat berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade, yang cukup besar perhatiannya untuk pembangunan Kota Pariaman,” ujar Wali Kota Pariaman Yota Balad.
Di antara perhatian Andre Rosiade adalah bantuan menara BTS untuk Desa Sungai Rambai dan Desa Kajai. Selama sekitar lima tahun terakhir, kawasan tersebut mengalami persoalan sinyal, bahkan sejak Kota Pariaman berdiri terdapat sejumlah kawasan di Kecamatan Pariaman Utara yang mengalami blank spot.
Dengan hadirnya BTS, atas inisiatif Andre Rosiade kepada Telkomsel, masyarakat kini lebih nyaman berkomunikasi. Manfaatnya terasa dalam komunikasi antarwarga, pelayanan pemerintahan, aktivitas ekonomi, hingga hubungan masyarakat dengan keluarga di perantauan. Pemko Pariaman sebelumnya juga mengusulkan pembangunan BTS di sejumlah titik untuk memperluas pemerataan akses komunikasi.
Bantuan lain yang diinisiasi anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu adalah mendorong dana Corporate Social Responsibility (CSR) Semen Indonesia untuk pembangunan lintasan joging di GOR Rawang, termasuk dukungan CSR dari Bank Nagari. Ada pula bantuan CSR Bank Mandiri untuk lapangan sepak bola kompleks GOR Rawang yang kini sedang dikerjakan. Revitalisasi lintasan juga mendapat dukungan Hutama Karya Indonesia (HKI).
“Lintasan yang juga dibantu pengecatannya oleh PT HKI telah dimanfaatkan masyarakat setiap hari untuk berolahraga jalan kaki. Paling tidak ada sekitar 300 orang yang berolahraga setiap hari. Juga bermanfaat bagi generasi muda untuk latihan fisik yang akan mengikuti sekolah-sekolah ikatan dinas. Bahkan, dengan pemanfaatan lintasan itu, GOR Rawang yang seperti tertinggal sejak sepuluh tahun lalu kini mulai ramai,” ujar Wali Kota Yota Balad.
Revitalisasi GOR Rawang menjadi perhatian karena kawasan Youth Center tersebut sempat terbengkalai selama sekitar 22 tahun. Kini, setelah lintasan lari selesai dibangun, kawasan itu kembali menjadi ruang publik yang aktif. Selain olahraga, aktivitas UMKM juga mulai tumbuh di kawasan tersebut.
Bantuan untuk revitalisasi GOR Rawang akan terus dilanjutkan. Dalam kunjungannya ke Kota Pariaman pada 21 Agustus 2026, Andre Rosiade kembali menyatakan komitmennya memperjuangkan pengembangan fasilitas tersebut.
“Kita akan sempurnakan fasilitas publik GOR Rawang Kota Pariaman ini. Untuk tahun 2027, kita akan carikan dana sekitar Rp800 juta, sesuai aspirasi Pak Wali Kota; menyempurnakan areal Medan Nan Bapaneh, pembangunan sejumlah toilet, lapangan tenis outdoor, serta fasilitas lain untuk UMKM, sehingga bangunan Youth Center yang vakum selama puluhan tahun dapat semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Andre Rosiade.
Selain itu, sebagai gerakan kolaborasi antara wakil rakyat dengan Pemko Pariaman, Wali Kota Yota Balad juga mengusulkan pembangunan pasar basah di kompleks Pasar Pariaman serta penyempurnaan GOR Rajo Bujang. Kedua lokasi tersebut dinilai strategis untuk melengkapi pembangunan di Kota Pariaman.
“Kita menyadari keterbatasan APBD Kota Pariaman. Untuk itu, kita akan terus berjuang melalui jalur-jalur perwakilan rakyat dan kementerian lain ke pemerintah pusat,” ungkap Yota Balad.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena pembangunan Kota Pariaman berlangsung dalam ruang fiskal yang terbatas. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas publik, olahraga, konektivitas, dan infrastruktur ekonomi terus berkembang. Karena itu, dukungan pemerintah pusat, BUMN, CSR, dan jejaring perwakilan di DPR RI menjadi salah satu sumber daya untuk mempercepat pembangunan daerah.
Beberapa waktu lalu, atas perjuangan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, irigasi Marabau, Pariaman Selatan, juga telah direalisasikan, ditandai dengan pembukaan pintu air.
Dengan lancarnya air irigasi Marabau, lahan sawah yang sebelumnya mengalami persoalan pengairan kembali memiliki peluang untuk produktif. Sektor pertanian memang memiliki posisi penting bagi Pariaman. Kota ini memiliki 1.627 hektare lahan sawah, dengan produksi padi mencapai 21.474,9 ton dan produktivitas sekitar 5,50 ton per hektare. Pemko Pariaman juga telah membangun kerja sama dengan PT Food Station Tjipinang Jaya untuk memperluas pasar hasil pertanian hingga Jakarta.
Diharapkan lancarnya irigasi tersebut mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Masyarakat sangat senang dan menjadi bersemangat turun ke sawah,” demikian respons Wali Kota Yota Balad.*)























