
SAWAHLUNTO, forumsumbar —– Bupati Agam Benni Warlis menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Luhak Agam Sakato (LUAS) di Masjid Agung Nurul Islam, Kota Sawahlunto, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Agam dengan masyarakat perantauan asal Agam dan Bukittinggi yang berdomisili di Kota Sawahlunto.
Luhak Agam Sakato (LUAS) merupakan wadah perkumpulan para perantau Agam-Bukittinggi di Kota Sawahlunto.
Organisasi tersebut telah terbentuk sejak dekade 1960-an dan hingga kini terus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan serta menjaga hubungan baik antarsesama perantau.
Ketua LUAS, Hamdani, menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus selamat datang kepada Bupati Agam yang telah berkenan hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat perantauan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H itu mengangkat tema “Dengan Maulid Kita Teladani Kehidupan Nabi”. Tema tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan apresiasi kepada LUAS yang secara konsisten menjaga silaturahmi dan kebersamaan para perantau asal Agam dan Bukittinggi di Kota Sawahlunto.
Ia mengatakan, keberadaan organisasi perantau memiliki peran penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat Agam yang berada di perantauan.
“Terima kasih dan apresiasi kepada LUAS yang telah mengundang kami dalam kegiatan ini. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk terus kita tingkatkan, sehingga hubungan antara pemerintah daerah dengan para perantau tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan memperingati saja, tetapi diikuti dengan upaya meneladani sifat, akhlak, perjuangan dan kepemimpinan beliau.
(R/AMC)























