• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan Ingatkan Program MBG Jangan Sentralistik

10 Juni 2026
in Berita
Reading Time: 4min read
Views: 69
Prof Djohermansayah Djohan, Guru Besar IPDN / Pakar Otonomi Daerah. (Foto : Dok)

JAKARTA, forumsumbar  — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, program yang menyedot anggaran ratusan triliun rupiah tersebut terus menuai sorotan, mulai dari persoalan tata kelola, distribusi, kualitas makanan, hingga potensi pemborosan anggaran negara.

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Dr Djohermansyah Djohan, MA, menilai momentum pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan penataan ulang secara menyeluruh kebijakan MBG.

Menurutnya, tujuan program ini pada dasarnya cukup baik, namun pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara, kebutuhan riil masyarakat, serta karakteristik daerah yang sangat beragam.

Lihat Juga

Rajut Ulang Kesehatan Bangsa dan Jalin Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latbergab ke 2

Rajut Ulang Kesehatan Bangsa dan Jalin Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latbergab ke 2

10 Juni 2026
64
KAI Divre II Sumbar Buka Peluang Investasi Melalui Space by KAI, Akses Mudah Berbagai Aset Strategis Secara Digital

KAI Divre II Sumbar Buka Peluang Investasi Melalui Space by KAI, Akses Mudah Berbagai Aset Strategis Secara Digital

9 Juni 2026
15
Teh Talua Centre Jo Boi 393 Bakal Gelar Lomba Bikin Teh Telur dengan Tajuk Teh Telur Kemerdekaan

Teh Talua Centre Jo Boi 393 Bakal Gelar Lomba Bikin Teh Telur dengan Tajuk Teh Telur Kemerdekaan

9 Juni 2026
23

Belajar dari Program Pemberian Makanan Tambahan

Prof Djo, demikian pakar Otda (Otonomi Daerah) akrab disapa, menjelaskan bahwa gagasan pemberian makanan kepada anak sekolah bukanlah konsep baru. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, pemerintah pernah menjalankan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar kelompok masyarakat tertentu yang membutuhkan.

Perbedaannya, program saat itu tidak diberikan kepada seluruh siswa secara merata, melainkan difokuskan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki risiko kekurangan gizi.

“Kalau kita melihat sejarah kebijakan, pemberian makanan tambahan itu diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Jadi tidak semua anak sekolah mendapatkan bantuan yang sama,” ujar Prof Djohermansyah Djohan, Selasa (9/6/2026), saat wawancara bersama RRI Pro 3 FM di Jakarta.

Karena itu, ia menilai pendekatan MBG saat ini perlu lebih selektif agar manfaatnya lebih tepat sasaran.

Fokus pada Kelompok yang Membutuhkan

Menurut Prof Djo, salah satu kelemahan mendasar program MBG adalah pendekatan yang terlalu luas atau bersifat universal.

Padahal, dalam kondisi kemampuan fiskal yang terbatas, pemerintah seharusnya menerapkan prinsip prioritas.

Ia menyarankan agar penerima manfaat difokuskan terlebih dahulu pada:

1. Anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.2
2. Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
3. Daerah dengan tingkat kemiskinan dan kerawanan pangan yang tinggi.
4. Kawasan yang masih memiliki persoalan akses pendidikan dan kesehatan.

“Jangan semua diberikan sekaligus. Pilih dulu kelompok yang benar-benar membutuhkan agar manfaatnya lebih terasa,” tegasnya.

Menurutnya, kota-kota besar dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif baik tidak harus menjadi prioritas utama dalam tahap awal program.

Persoalan Sentralisasi dan Dominasi BGN

Kritik terbesar Prof Djo tertuju pada model pengelolaan MBG yang dinilai terlalu terpusat.

Saat ini pelaksanaan program banyak bergantung pada Badan Gizi Nasional melalui jaringan dapur SPPG yang dibangun di berbagai daerah.

Padahal Indonesia merupakan negara yang sangat luas, beragam, dan memiliki karakteristik sosial yang berbeda-beda.

Ia menilai urusan yang relatif sederhana seperti penyediaan makanan sekolah tidak perlu sepenuhnya dikelola dari pusat.

“Indonesia terlalu besar untuk diurus secara sentralistik. Pemerintah pusat seharusnya berbagi kewenangan dengan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Prof Djo, kepala daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, hingga masyarakat setempat justru lebih memahami kebutuhan siswa di wilayah masing-masing.

Beri Peran Pemerintah Daerah

Sebagai pakar otonomi daerah, Prof Djo mengusulkan model MBG berbasis desentralisasi.

Dalam skema ini, pemerintah pusat cukup berperan sebagai:

1. Penyusun kebijakan nasional.
2. Penetap standar gizi.
3. Penyedia anggaran.
4. Pengawas nasional.

Sedangkan pelaksanaan operasional diserahkan kepada pemerintah daerah.

Pemda dapat mengkoordinasikan:

1. Dinas Pendidikan.
2. Dinas Kesehatan.
3. Dinas Ketahanan Pangan.
4. UMKM lokal.
5. Kantin sekolah.
6. Puskesmas dan rumah sakit daerah.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat program lebih fleksibel, lebih murah, dan lebih sesuai dengan kondisi setempat.

Kantin Sekolah sebagai Titik Distribusi

Salah satu gagasan yang paling ditekankan Prof Djo adalah pemanfaatan kantin sekolah sebagai pusat distribusi MBG.

Dengan model ini, makanan tidak perlu diproduksi melalui rantai distribusi panjang yang berpotensi menimbulkan masalah kualitas, keterlambatan, maupun pemborosan biaya.

Selain lebih efisien, model kantin sekolah juga memungkinkan pengawasan langsung oleh:

1. Kepala sekolah.
2. Guru.
3. Komite sekolah.
4. Orang tua murid.
5. Pemerintah daerah.

“Anak sekolah di Jakarta tentu berbeda dengan anak sekolah di Kalimantan atau Papua. Biarkan daerah menentukan menu yang sesuai dengan budaya dan kebutuhan masyarakatnya,” ujarnya.

Ia bahkan mengingatkan agar program tidak terjebak pada pendekatan seragam yang mengabaikan kearifan lokal.

“Anak Jakarta mungkin biasa dengan nasi uduk. Anak Kalimantan dengan nasi kuning. Anak Jawa dengan nasi pecel. Jangan semua diseragamkan.”

Kebijakan Harus Berbasis Bukti dan Regulasi yang Kuat

Selain persoalan teknis, Prof Djo menilai MBG perlu dibangun di atas fondasi kebijakan yang lebih kuat.

Menurutnya, kebijakan publik yang baik harus memenuhi beberapa syarat utama:

1. Berbasis data dan kebutuhan nyata (evidence–based policy).
2. Memiliki payung hukum yang kuat.
3. Disusun dengan perencanaan yang matang.
4. Didukung pembiayaan yang realistis.
5. Dikelola dengan prinsip good governance.

Ia menekankan bahwa transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, dan pengawasan harus menjadi bagian utama dalam pelaksanaan MBG.

Jangan Membebani Fiskal Negara

Prof Djo juga mengingatkan bahwa program sebesar MBG tidak boleh mengorbankan sektor pelayanan publik lainnya.

Menurutnya, konsentrasi anggaran yang terlalu besar pada satu program dapat menimbulkan dampak lanjutan terhadap:

1. Pendidikan.
2. Kesehatan.
3. Infrastruktur.
4. Pelayanan publik daerah.
5. Kemampuan daerah membayar pegawai dan PPPK.

Karena itu ia menyarankan agar pemerintah menerapkan pendekatan bertahap dan realistis.

“Kalau kemampuan keuangan negara terbatas, jangan dipaksakan sekaligus. Bertahap saja sesuai kemampuan fiskal.”tegasnya.

Mendorong Pendanaan Kreatif

Prof Djo mengapresiasi sinyal dari kepemimpinan baru BGN yang mulai membuka peluang pendanaan dari sektor non-APBN, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) dan kemitraan dengan sektor swasta.

Menurutnya, pendekatan creative financing dapat membantu mengurangi tekanan terhadap APBN sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dan dunia usaha.

Namun ia menegaskan bahwa sumber pendanaan alternatif tetap harus dikelola secara transparan dan akuntabel.

Saatnya Melakukan Koreksi Kebijakan

Bagi Prof Djo, langkah pengurangan anggaran, moratorium pembangunan dapur baru, serta upaya efisiensi yang hendak dilakukan BGN merupakan sinyal positif. Walau harus dilihat bukti nyata di lapangan.

Namun menurutnya, koreksi tersebut harus dilakukan secara lebih mendasar dan signifikan.

“Koreksi kebijakan harus benar-benar menjawab suara publik, bukan sekadar penyesuaian administratif atau lips service untuk menghibur rakyat”, ujar Prof Djo.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan publik yang baik adalah kebijakan yang bersedia menerima kritik dan melakukan perbaikan ketika ditemukan kelemahan dalam implementasinya.

Prof Djohermansyah Djohan menegaskan bahwa MBG merupakan program yang memiliki tujuan mulia, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh tata kelola yang tepat.

Menurutnya, masa depan MBG seharusnya diarahkan pada model yang:

1. Lebih selektif dan tepat sasaran.
2. Berbasis kebutuhan masyarakat.
3. Tidak terlalu membebani APBN.
4. Melibatkan pemerintah daerah sebagai pelaksana utama.
5. Memanfaatkan kantin sekolah dan UMKM lokal.
6. Menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Jangan semua dikelola sendiri oleh pusat. Libatkan pemerintah daerah. Mereka yang paling memahami kebutuhan anak-anak sekolah di wilayahnya masing-masing.” imbuh Prof Djohermansyah.

Bagi Prof Djo, keberhasilan program bukan diukur dari besarnya anggaran yang dihabiskan, melainkan dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

KAI Divre II Sumbar Buka Peluang Investasi Melalui Space by KAI, Akses Mudah Berbagai Aset Strategis Secara Digital

Next Post

Rajut Ulang Kesehatan Bangsa dan Jalin Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latbergab ke 2

BeritaTerkait

Rajut Ulang Kesehatan Bangsa dan Jalin Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latbergab ke 2
Berita

Rajut Ulang Kesehatan Bangsa dan Jalin Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latbergab ke 2

10 Juni 2026
64
KAI Divre II Sumbar Buka Peluang Investasi Melalui Space by KAI, Akses Mudah Berbagai Aset Strategis Secara Digital
Berita

KAI Divre II Sumbar Buka Peluang Investasi Melalui Space by KAI, Akses Mudah Berbagai Aset Strategis Secara Digital

9 Juni 2026
15
Teh Talua Centre Jo Boi 393 Bakal Gelar Lomba Bikin Teh Telur dengan Tajuk Teh Telur Kemerdekaan
Berita

Teh Talua Centre Jo Boi 393 Bakal Gelar Lomba Bikin Teh Telur dengan Tajuk Teh Telur Kemerdekaan

9 Juni 2026
23
Bupati JKA Perjuangkan Hibah Mobil Damkar dan Armada Sampah untuk Padang Pariaman ke Pemprov. DKI Jakarta
Berita

Bupati JKA Perjuangkan Hibah Mobil Damkar dan Armada Sampah untuk Padang Pariaman ke Pemprov. DKI Jakarta

9 Juni 2026
55
Rapat Paripurna DPRD Padang Pariaman, Wabup Rahmat Hidayat Sampaikan Nota Pertangungjawaban APBD TA 2025
Berita

Rapat Paripurna DPRD Padang Pariaman, Wabup Rahmat Hidayat Sampaikan Nota Pertangungjawaban APBD TA 2025

8 Juni 2026
38
BPKD Padang Pariaman Terapkan Digitalisasi Pemungutan PBB-P2, Petugas Nagari Dibekali Aplikasi
Berita

BPKD Padang Pariaman Terapkan Digitalisasi Pemungutan PBB-P2, Petugas Nagari Dibekali Aplikasi

8 Juni 2026
18
Next Post
Rajut Ulang Kesehatan Bangsa dan Jalin Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latbergab ke 2

Rajut Ulang Kesehatan Bangsa dan Jalin Silaturahmi, KBI Sumbar Gelar Latbergab ke 2

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,552)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,470)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,743)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,447)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,878)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,367)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,818)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,623)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,128)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,221)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
175
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
359
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
503
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
240
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
197
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
131

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In