
PADANG PARIAMAN, forumsumbar — Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan rehabilitasi lahan persawahan terdampak bencana, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (12/4/2026).
Didampingi Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA), beserta rombongan meninjau langsung sawah terdampak di Korong Tanah Taban Nagari Pasia Laweh Lubuak Aluang, Kecamatan Lubuak Alung.
Data mencatat, total lahan terdampak di Sumbar mencapai 6.443 hektar. Sementara di Padang Pariaman seluas 1.236,4 hektar, dengan kategori kerusakan ringan hingga hilang.
Amran menegaskan, penanganan ini merupakan instruksi langsung Presiden, dengan dukungan anggaran pusat sekitar Rp500 miliar untuk Sumbar. Ia meminta Pemerintah Daerah mempercepat realisasi program dan memangkas birokrasi.
“Target kita satu bulan harus selesai. Perkuat kolaborasi, jangan ada hambatan administrasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, Pemerintah Pusat dapat menarik kembali anggaran, jika daerah tidak serius dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, Wagub Vasko Ruseimy mengakui kendala utama berada pada aspek teknis dan birokrasi, meski anggaran telah tersedia di daerah.
“Pemprov. akan fokus mempercepat pemulihan ekonomi petani terdampak,” kata Wagub.

Di sisi lain, Padang Pariaman memperoleh alokasi Rp12,5 miliar melalui program Optimasi Lahan Sawah Terdampak Bencana (Oplah Bencana). Program ini menyasar 18 kelompok tani di 9 Nagari dan 7 Kecamatan, dengan luasan sekitar 446 hektar.
Bantuan difokuskan pada pemulihan sawah rusak ringan akibat sedimentasi banjir, serta perbaikan jaringan irigasi tersier guna mengembalikan produktivitas lahan.
Langkah terpadu Pusat dan Daerah ini, diharapkan mampu mempercepat pemulihan produksi pangan. Sekaligus menjaga ketahanan pangan, serta kesejahteraan petani di Sumbar.
(Kominfo/AS)























