• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

8 Maret 2025
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 361
Wiztian Yoetri, Wartawan Senior. (Foto : Dok)

Oleh: Wiztian Yoetri
(Wartawan Senior)

SETIAP orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Kolonel Anas Malik, diamanahkan memimpin Kabupaten Padang Pariaman, selama dua periode, 1980-1985 dan 1985-1990. Ketika itu, belum ada Kabupaten Kepulauan Mentawai, juga belum lahir Kota Pariaman. Dua daerah itu, masih dalam pangkuan Kabupaten Padang Pariaman.

Anas memimpin Kabupaten Padang Pariaman dengan “gaya” blusukan. Pagi hari, misalnya, berkeliling di kota Pariaman dengan naik sepeda. Sambil mengontrol Ketertiban Kebersihan dan Keindahan Kota Pariaman. Tak jarang terjadi dialog ‘interaksi’ pemimpin dengan warga, terutama yang sampahnya masih bersileweran di pekarangan rumah. Atau sebagian masyarakat menjemur pakaian di depan rumah. Anas minta sampah dibersihkan, dan pakaian dijemur dibagian belakang. Karena merusak pemandangan.

Lihat Juga

Literacy dan Literary

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
70

Pada awal Anas memimpin Padang Pariaman, mantan Kepala Penerangan Laksusda Jakarta Raya ini, melakukan penertiban terhadap pantai Pariaman. Pantai yang jadi arena buang hajat masyarakat itu, ditertibkan melalui Peraturan Daerah. Mereka yang kedapatan buang air besar, akan dikenakan sanksi denda.

Tapi sebelumnya Anas Malik menyiapkan dulu, sebagai antisipasi sejumlah WC umum dan memberikan secara gratis rangka WC siap bangun kepada masyarakat sepanjang pantai, yang rumahnya belum punya WC.

Faktanya, langkah Bupati Anas Malik berbuah hasil. Pantai Pariaman, jadi bersih dan dihijaukan dengan pohon Aru. Walaupun Anas, tak lepas dari cemooh orang Piaman,”jauh-jauh dari Jakarta jadi bupati, hanya untuk membereskan urang tacirik,” tapi Anas tak bergeming, justru cemooh itu, menjadi spirit bagi Anas, tokoh yang mendapat dukungan besar perantau Padang Pariaman itu.

Langkah Bupati Anas Malik menghijaukan pantai Pariaman, melahirkan seorang tokoh Kalpataru. Namanya, Zaini. Zaini menghijaukan pantai Pariaman, mulai dari pantai Sunur, hingga pantai Gasan, yang dikenal dengan objek wisata Pantai Aru Taba (Arta). Zaini, juga sempat diundang Walikota Padang Syahrul Ujud, untuk menghijaukan kawasan komplek Universitas Bung Hatta.

Tentang gaya pemerintahan Anas Malik, penataan diawali dengan menyiapkan pejabat teras di kantor Bupati, mulai dari Camat hingga sekretaris daerah. Anas “mengajak” putra-putra terbaik daerah yang bertugas di provinsi, dan di kabupaten – kota di Sumbar, untuk pulang kampung guna membangun Padang Pariaman yang sedang terpuruk. Bukan tak percaya kepada pejabat yang ada, namun Anas Malik menangkap ada suasana yang kurang bersemangat, Padang Pariaman seolah tertinggal di Sumbar, tanpa program unggulan, maka perlu refreshing pejabat teras. Ada, nama-nama pejabat itu antara lain, Baharudin Chatib, Asdisyah, Jalaluddin Jakfar, Firdaus Amin, hingga Martias Mahyudin.

Manunggal Bhakti, adalah strategi Anas Malik dalam membuka isolasi daerah. Mengingat sebagian besar daerah di Padang Pariaman masih terisolir, menggunakan transportasi kuda beban, banyak jalan tak layak dan jembatan tidak ada. Maka, Anas menggerakkan tenaga TNI bersama masyarakat bahu membahu, dengan kegiatan yang diberi nama Manunggal Bhakti. Langsung dibawah support Pemkab Padang Pariaman. Dibangunlah sejumlah jembatan dengan memanfaatkan pohon kelapa, dan dibukalah berkilometer jalan baru.

Semangat kerja keras yang ditularkan Anas Malik, itu, tak ayal berbuah manis, pada periode kedua kepemimpinan Anas Malik, Kabupaten Padang Pariaman meraih Pataka Parasamya Purna Nugraha. Merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat terhadap sukses Pembangunan di Padang Pariaman. Penghargaan diterima Padang Pariaman seiring dengan penghargaan yang sama diraih provinsi Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Gubenur Ir Azwar Anas.

Gambaran lain, kepemimpinan Anas Malik, menyelesaikan setiap bengkalai di lapangan. Tak jarang, irigasi yang rusak, jalan yang harus diperlebar, tali bandar yang macet berdampak banjir diselesaikan Anas di lapangan. Anas memindahkan kantor Bupati ke lokasi irigasi, jalan dan tali bandar yang diperbaiki tersebut selama beberapa hari. Anas mentongkrongi kegiatan pekerjaan sampai tuntas. Kegiatan melibatkan masyarakat untuk “sato sakaki” dalam kegiatan pembangunan. Dengan dukungan dinas terkait. Ketika itu, Kadis PU-nya, Mukhtar M, orang tuanya Walikota Pariaman Yota Balad. Cukup sibuk di lapangan.

Suasana kebatinan lain, yang masih bisa dikenang adalah, dalam kapasitas Anas yang juga Ketua Umum PKDP Se Dunia, selain rajin berkeliling ke perantau, Anas juga memerankan diri sebagai “agen” perantau. Anas sering dititipi bantuan perantau untuk menyalurkan berbagai kegiatan pembangunan di kampung halaman, misalnya untuk pembangunan rumah ibadah, sekolah, maupun bantuan untuk bedah rumah. Artinya, Anas, selain Bupati masyarakat di ranah, juga Bupati perantau asal Padang Pariaman, dimana saja penjuru dunia.

Anas Malik, membangun Padang Pariaman, dengan semangat mambangkik batang tarandam dengan adigium; tangan urang Pariaman harus terampil, dada urang Pariaman senantiasa berdzikir, serta kepala urang Pariaman harus berfikir. Selain mampu membawa Padang Pariaman menjadi kabupaten nomor satu di Sumbar, juga ada prestasi luar biasa, Anas tanpa gembar gembor dalam pembangunan sumber daya manusia, berhasil mendirikan lima perguruan tinggi di Padang Pariaman; Sekolah Tinggi Ekonomi Sumatera Barat (STE-SB), Akademi Koperasi Sumbar (AKOP), Akademi Pembangunan Pertanian (Apperta) Sumbar, Sekolah Tinggi Tarbiyah (STT) Sech Burhanuddin, Akademi Perawat Pemda, dan sebuah sekolah kejuruan Sekolah Menengah Pekerja Sosial (SMPS) di Lubuk Alung. “Perguruan tinggi dan sekolah-sekolah itu, dibangun untuk memudahkan orang Pariaman menuntut ilmu, dan dengan biaya terjangkau,” ungkap Bupati Haji Anas Malik, putra Sungai Sariak Malai Sungai Limau, suami dari Hajjah Juwita Anas yang putri Sungai Geringging, mengungkap di balik gagasanya yang didukung Forum Ikatan Sarjana Piaman, ketika itu.**)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Safari Ramadan, Bupati Eka Putra Kunjungi Masjid Darul Amal Tigo Jangko Lintau Buo

Next Post

Hizbul Wathan Sumbar: Terima Kasih Presiden Prabowo, Telah Percayakan Yandri Susanto Jadi Menteri Penuh Prestasi

BeritaTerkait

Literacy dan Literary
Opini

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat
Opini

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental
Opini

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
70
Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’
Opini

Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’

4 Maret 2026
24
The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar
Opini

The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar

1 Maret 2026
45
Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan
Opini

Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan

20 Februari 2026
20
Next Post
Hizbul Wathan Sumbar: Terima Kasih Presiden Prabowo, Telah Percayakan Yandri Susanto Jadi Menteri Penuh Prestasi

Hizbul Wathan Sumbar: Terima Kasih Presiden Prabowo, Telah Percayakan Yandri Susanto Jadi Menteri Penuh Prestasi

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,241)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,443)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,574)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (32,937)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,526)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,006)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,953)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (27,859)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (26,777)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (24,027)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
154
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
333
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
489
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
228
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
114
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
127
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
189
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
123

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In