
PADANG, forumsumbar —Garis biru zona aman tsunami dikenalkan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pada puncak kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), di Padang, Jumat (26/4/2024).
Garis biru zona aman tsunami atau blue line tsunami safe zone yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang ini dapat membantu masyarakat dalam melakukan evakuasi ketika peringatan dini tsunami diaktifkan.
Gubernur Mahyeldi mengatakan, 19 wilayah administrasi kabupaten dan kota di wilayahnya, terdapat 7 wilayah yang memiliki dua ancaman bencana sekaligus, gempa dan tsunami.
Gubernur menyampaikan, garis biru tersebut sebagai batas perkiraan landaan yang sangat penting untuk diinformasikan kepada seluruh penduduk yang berada di zona merah bahaya tsunami.
“Pada waktu yang bersamaan warga yang berada di sisi timur tsunami safe zone tidak perlu melakukan evakuasi horizontal karena sesungguhnya mereka telah berada pada kawasan aman dari landaan tsunami,” tambahnya.
Sebanyak 22 titik penanda garis biru zona aman tsunami di Kota Padang, di antaranya di kawasan Sawahan Jati, Jati Adabiah, Ampang, dan sekitar Kantor Camat Nanggalo.
Melalui garis biru ini, sebut Mahyeldi, masyarakat dapat secara mudah mengidentifikasi posisinya sehingga terhindar dari ancaman bahaya tsunami.
Namun, Gubernur Mahyeldu menekankan, ini harus dibarengi dengan pemahaman warga dan latihan secara rutin, seperti saat melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman.
Sementara itu, masih dalam konteks kesiapsiagaan tsunami, Pemerintah Kota Padang juga menyediakan fasilitas peringatan dini tsunami atau early warning system atau EWS inklusif untuk kelompok rentan tuna rungu.
EWS ini merupakan inovasi sederhana, yaitu adanya penambahan lampu rotary warna merah. Apabila perangkat EWS diaktifkan dan lampu merahnya menyala. Itu adalah tanda untuk segera melakukan evakuasi horizontal atau vertikal.
Sebanyak 17.000 warga penyandang disabilitas, termasuk mereka yang mengalami gangguan pendengaran, di Provinsi Sumbar. Populasi kelompok tersebut tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota.
Selama latihan dan simulasi pada HKB 2024, warga Kota Padang melakukan evakuasi mandiri dengan mengenali garis biru zona aman tsunami, seperti yang dilakukan komunitas di kawasan Pasar Alai.
(Rel/bnpb)























