
PADANG, forumsumbar —–Pembahasan dokumen arah pengembangan dan proyeksi pertumbuhan sektor ketenagalistrikan dalam bentuk Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) Provinsi Sumbar yang disusun Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar sudah mendekati final. Tinggal penyempurnaan beberapa bagian yang belum terakomodasi.
“Jika sudah selesai, segera diserahkan agar bisa dijadikan sebagai basis untuk penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah,” ujar Ketua MKI Sumbar Ir Insannul Kamil, MEng, PhD, IPU, ASEAN Eng, sesaat setelah rapat penyusunan RUKD Sumbar, di ruang rapat Politeknik Negeri Padang (PNP), Kamis (18/4/2024).
Menurutnya, penyusunan ini merupakan kelanjutan dari pembahasan-pembahasan yang terdahulu, sebab penyusunan tersebut tak bisa selesai dalam dua atau tiga kali pembahasan saja. Banyak komponen dan variabel eksternal yang harus dipertimbangkan.
Menurut Nanuk, demikian sapaan akrab mantan Wakil Rektor III Unand ini, RUKD yang disusun tersebut harus juga merespons dua hal persoalan besar yang sedang dihadapi dunia saat ini, tentunya juga Indonesia.
Pertama, berhubungan dengan isu global, terkait dengan transisi energi. Strategi penanganan transisi energi menjadi fokus penting yang harus diselesaikan secara bersama oleh komunitas global.
Kedua, mewujudkan komitmen PLN dalam upaya untuk mencapai NZE (Net Zero Emission) atau Emisi Nol Carbon pada tahun 2060, bahkan bisa sebelumnya.
Kedua isu global ini menjadi poin diskusi hangat dan tajam dalam penyusunan RUKD Sumbar, yang sedang disusun MKI Sumbar.
Hal tersebut menjadi isu besar dalam penyusunan. Target untuk pemutakhiran RUKD, akhir Mei 2024, semua dokumen dapat diselesaikan. Lalu diserahkan kepada Gubernur Sumbar untuk dijadikan sebagai ketetapan bagi daerah, sebagai dasar masukan atau rencana bagi rencana pembangunan jangka panjang daerah. Menjadi basis RJPPD di sektor ketenagalistrikan daerah.
Rapat tersebut dihadiri pengurus MKI Sumbar dan Pembina MKI Sumbar Eric Rossi Priyo Nugroho, yang juga GM PLN Uid Sumbar.
Eric merespons MKI Sumbar yang memiliki komitmen untuk secepatnya menyelesaikan RUKD. Dimana penyusunan RUKD digarap sangat serius, termasuk dilakukan simulasi alternatifnya.
“Langkah ini ditujukan agar Sumbar bisa memulai dan melaksanakan transisi energi secara tepat dan produktif. Transisi energi dari konvensional ke energi yang ramah lingkungan atau Green Energy apalagi di Sumbar termasuk lumbungnya Green Energy Nasional,” ucapnya.
Diakuinya, PLN juga memiliki tanggungjawab bersama MKI mempersiapkan RUKD sehingga sektor kegiatan listrik akan beralih ke energi terbarukan lantaran sumber bahan bakar konvensional semakin berkurang. Semakin sulit mendapatkan bahan bakar minyak.
“Kita akan mendukung untuk mempersiapkan infrastrukturnya,” kata Eric sembari menyebutkan, secara spesifik, Sumbar masih memiliki potensi besar untuk sumber energi terbarukan, yakni dari tenaga air.
Potensinya masih besar sebab Sumbar punya sumber air melimpah, seperti Maninjau, Singkarak, Koto Panjang, di kawasan Solok, juga di PLTMH.
(Rel/Abie)























