
PADANG, forumsumbar —Patra Rina Dewi, aktivis kebencanaan, maju menjadi calon legislatif (Caleg) DPRD Padang daerah pemilihan (Dapil) Padang 6, yang meliputi Kecamatan Padang Utara, Padang Barat dan Nanggalo, dari Partai Amanat Nasional (PAN).
“Ini adalah bagian dari ikhtiar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Padang, khususnya di Padang Utara, Padang Barat dan Nanggalo, untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Patra kepada forumsumbar.com, Rabu (16/8/2023).
Karena konsentrasinya selama ini adalah kebencanaan, pendiri Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) ini melihat persoalan mitigasi bencana di Kota Padang belum maksimal. Untuk itu, perlu ada upaya-upaya strategis agar masalah kebencanaan ini mendapatkan perhatian serius, khususnya dalam persoalan legislasi dan infrastukturnya.
“Kemudian perlunya memperbanyak kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas relawan dalam menghadapi bencana,” ujar alumnus Biologi FMIPA Unand ini.
Begitu juga dengan edukasi kepada masyarakat terhadap kebencanaan harus terus ditingkatkan. “Masyarakat harus terus diberi edukasi agar saat terjadi bencana, dampaknya bisa diminimalisir,” kata Patra lagi.
Bersama KOGAMI, Patra ikut mendampingi masyarakat Lolong Belanti dan Purus mendapatkan pengakuan sebagai Tsunami Ready Community (Masyarakat Siaga Tsunami) Internasional dari IOC-UNESCO.
Patra berharap dengan penghargaan internasional tersebut, bisa menjadi motivasi bagi Pemko Padang, relawan dan masyarakat untuk lebih bergiat lagi dalam membangun Kota Padang yang berbasiskan pengurangan risiko bencana.

Atas aktivitas kebencanaannya itu, Patra Rina Dewi pada tahun 2022 lalu mendapatkan penghargaan dari Pemko Padang, dan diserahkan saat memperingati HUT Kota Padang.
Kemudian disinggung Patra bahwa yang ia bawakan bukan sekadar masalah kebencanaan, masalah pemberdayaan perempuan dan anak pun menjadi bagian dari perjuangannya.
Menurutnya, perempuan itu harus melek politik. Dan terjunnya ia ke politik dengan menjadi Caleg adalah untuk memperjuangkan aspirasi kaum perempuan secara konkret di parlemen, atau di DPRD Padang.

“Siapa lagi yang akan memperjuangkan nasib kaum perempuan, selain perempuan itu sendiri. Makanya perempuan itu harus bisa menjadi bagian dari pengambil kebijakan, dan memutuskan masalah anggaran, agar kegiatan-kegiatan keperempuanan bisa berjalan dengan maksimal,” terang Patra, yang magisternya (S2) ditamatkan di University Science Malaysia (USM).
“Pokoknya agar perempuan itu bisa lebih banyak di parlemen, maka pemilih perempuan itu harus lah memilih Caleg perempuan,” pungkas Patra.
Selain bidang kebencanaan dan pemberdayaan perempuan, Patra juga aktif di kepramukaan dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Ia mempunyai motto; Berjuang dan Berdaya Bersama.
Patra berharap dukungan dari pemilih di Kecamatan Padang Utara, Padang Barat dan Nanggalo, agar apa yang menjadi harapan tadi bisa diwujudkan.
(Ika)























