
PADANG, forumsumbar— Dalam kunjungannya ke Sumbar, Sekjen PDIP Dr Ir Hasto Kristiyanto berkesempatan memberikan Kuliah Umum dengan tema; Tantangan Geopolitik Mewujudkan Indonesia Emas 2045, di Universitas Andalas (Unand), Rabu (5/7/2023).
“Ingattt…,” itu kata di paparan Hasto Kristiyanto di depan 500 lebih audiens yang meluber penuhi Convention Hall Kampus Unand, Limau Manis Padang.
“Bung Karno adalah pendekar pembebas negara Islam di dunia. Tapi ini tidak viral. Tidak banyak yang tahu, karena disembunyikan penguasa di masa Orde Baru,” ujar Hasto.
Aljazair, Maroko dan banyak negara Islam lain merdeka, tidak bisa lepas dari andil Bung Karno yang menjadi Presiden di negara yang baru belasan tahun merdeka.
“Silahkan buka ideologi Geopolitik Bung Karno dan Bung Hatta. Soal Aljazair, Bung Karno pidato di PBB. Beliau tidak keder sampaikan kemerdekaan Aljazair, meski harus melawan Perancis di Majelis Umum PBB tersebut,” ujar Hasto merupakan pengarang buku Geopolitik Bung Karno “Progressive Geopolitical Coexistence“.
Geopolitik Bung Karno, kata Hasto, punya chemistry dengan Bung Hatta, serta pikiran tokoh bangsa lainnya dari Ranah Minang.

Kata Hasto, tokoh Minang tidak sektarian, tidak identitas, tapi global view bahkan universal.
“Pemikiran orang Minang itu adalah pemikir yang pandangannya untuk dunia, dan sarat global view,” ujar Hasto.
Pada Kuliah Umum dengan Hasto Kristiyanto itu, bertindak sebagai host adalah WR 3 Unand Insannul Kamil. Paparan hebat dan renyah Hasto disaksikan Gubernur dan Rektor Unand Prof Yuliandri, juga terlihat Bupati Dharmasraya Sutan Riska dan tokoh Minang Irjen Pol (P) Fakhrizal.
(Rel/Adr)























