PADANG, forumsumbar —Ada yang berbeda dengan Musyawarah Nasional (Munas) Alumni Ilmu Politik Fisip Unand, yang dilaksanakan Minggu (24/11) bertempat di Aula Pascasarjana Fisip Unand di Jl. Situjuah – Padang, dimana selain memilih ketua baru, para alumni ini juga mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Serentak 2020 yang akan datang.
Rekomendasi tersebut adalah, pertama menghimbau kepada seluruh penyelenggara pemilu, ASN, TNI dan Polri untuk menjunjung tinggi netralitas dalam pilkada. Kemudian kedua, Alumni Ilmu Politik yang tergabung dalam IKA IP Fisip Unand juga juga menghimbau kepada partai politik dan calon kepala daerah untuk berkampanye secara bermartabat dan menjauhi politik uang, karena mengancam proses pematangan demokrasi di masyarakat.
Terakhir ketiga, alumni juga menghimbau kepada calon kepala daerah untuk membuat visi dan misi yang membumi, tidak hanya visi dan misi yang normatif. Karena dua hal tersebut akan diterjemahkan dalam bentuk RPJMD.
“Tiga Rekomendasi tersebut sengaja kita hasilkan sebagai bentuk tanggung jawab keilmuan alumni Ilmu Politik Unand. Kami juga menginginkan Indonesia dan Sumatera Barat mulai berpikir tentang demokrasi substansif ketimbang prosedural semata,” ungkap Ketua Umum Alumni Ilmu Politik Unand terpilih, Hardi Putra Wirman.
Alumni Ilmu Politik Unand yang kini berjumlah hampir 1000 orang ini, tersebar di banyak daerah dan lini pekerjaan.
“Alumni Ilmu Politik Unand tidak hanya masuk dalam ranah politik saja. Selain sebagai anggota DPRD, peneliti dan dosen, kiprah alumni tidak bisa dipandang sebelah mata, ada yang dipercaya sebagai komisioner lembaga negara, ASN di berbagai instansi, wartawan, tenaga ahli DPR RI, pengusaha bahkan di perbankan,” lanjut Hardi yang juga dosen di IAIN Bukittinggi ini. (Rel/Fal)























