
PADANG, forumsumbar — WhatsApp Group (WAG) legend dan berpengaruh di Sumbar TOP100 gelar buka bersama (bukber), Sabtu (15/4/2023), di sebuah restoran di kawasan Simpang Haru Padang. Hadir 47 orang anggota grup yang berasal dari beragam profesi.
Makin asyiknya bukber TOP100 tersebut karena adanya curah pikir bertajuk “Perspektif Sumbar, Kini dan akan Datang“.
Dua orang anggota group didapuk sebagai pemancing diskusi: Dony Oskaria dan Miko Kamal. Dan diskusi dimoderatori Admin Utama WAG TOP100 Jasman Rizal, cukup menarik disimak, apalagi pembahasannya soal politik 2024
Miko Kamal sebagai pemantik diskusi pertama menyampaikan bahwa masa depan Sumbar tetap pada dua hal yaitu pariwisata dan pendidikan.
“Setelah dipatut-patut, ekonomi Sumbar memang akan terus bersandar pada dua sektor, yaitu pariwisata dan pendidikan. Di sektor pariwisata, kita punya alam yang sangat indah dan juga kaya akan berjenis-jenis kuliner yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Sedangkan di sektor pendidikan, Sumbar punya sejarah panjang sebagai gudang intelektual. Pada suatu masa, Sumbar digelari sebagai provinsi industri otak. Sejarah panjang ini jadi alasan bagi orang luar untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Sumbar,”ujar Miko Kamal.
Kedua hal ini, yakni pariwisata dan pendidikan, kata Miko Kamal, akan mendatangkan keuntungan ekonomi bagi Sumbar bila dikelola secara profesional.
Di samping berbicara soal pariwisata dan pendidikan, Miko juga mengelaborasi idenya tentang Kota Internasional yang banyak diperbincangkan bahkan ada yang mem-bully dalam group hebat TOP100.
“Parameter Kota Internasional itu ada 4: air layak minum, listrik berkualitas, transportasi umum yang layak, dan orang yang berperilaku baik”, terangnya.
“Kota Internasional adalah desire (impian). Tapi, ini adalah impian yang realistis. Kota Padang akan bisa menjadi Kota Internasional bila semua pihak berpartisipasi mewujudkannya. Partisipasi dalam membangun kota itu sangat penting. Kota-kota di dunia menjelma menjadi kota terbaik karena kota dihuni oleh warga yang partisipatif,” imbuh Miko.
Diskusi jelang bukber WAG TOP100 diketuai Adrian Toaik Tuswandi makin bergawa, ketika pengusaha nasional yang kini dipercaya negara menjadi Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyampaikan pentingnya pemimpin yang punya visi kuat dan jauh ke depan dalam membangun Sumbar.
“Persoalan kepemimpinan kita selama ini adalah banyak di antara pemimpin-pemimpin formal yang berorientasi kekuasaan belaka. Pemimpin yang hanya berorientasi kekuasaan pasti tidak punya semangat yang kuat dalam memajukan daerah,” ujar Dony Oskaria membuat beberapa tokoh TOP100 seperti Firdaus Ilyas, Yosmeri, Rizki Rifai, Sari Lenggogeni, Patra Rina Dewi, Firdaus Abie, Imelda Sari, Boy London, dan Ardyan, serta yang lain serius menyimak.
“Seperti yang kita lihat di Kota Padang, misalnya, seperti jalan ditempat. Tidak jelas kota ini mau dibawa kemana. Ruas jalan tidak bertambah signifikan, ruang publik (seperti trotoar dan bahu jalan) diokupasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Semua itu bisa di-clean-kan hanya oleh pemimpin yang punya visi jelas dan gelisah dengan keadaan itulah yang bisa mengubahnya. Sebab, kewenangan melakukan perubahan itu ada di tangan pemimpin formal, seperti gubernur, bupati dan walikota, perubahan prilaku itu butuh pemimpin yang strong leader, risiko tak dipilih kembali pada Pilkada itu lain lagi,” ujar Dony.
Dony Oskaria juga menyampaikan bahwa infrastruktur adalah kata kunci dalam memajukan daerah, terutama jalan. “Jalan akan menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lain untuk melancarkan arus barang dan orang”, kata Dony.
Sumbar itu hasilkan banyak tokoh hebat, kata Dony di pusat kekuasaan dan ekonomi nasional masih banyak putra. Minang yang hebat-hebat.
“Tapi mereka bangga sebagai etnis Minang iya, disebut orang Sumbar tunggu dulu, Minang dan Sumbar itu beda,” ujar Dony Oskaria.
Paparan kedua pemancing diskusi tersebut ditanggapi oleh Sari Lenggogeni dan Abdullah Khusairi. Keduanya berpendapat bahwa ada benang merah yang disampaikan oleh Miko dan Dony. Benang merahnya, perlu kepemimpinan yang kuat dan bervisi maju untuk melakukan perubahan di Sumbar.
Di akhir paparannya, Dony juga menyampaikan pendapat pribadinya terkait kepemimpinan Kota Padang di masa datang.
“Mencermati kegelisahan dan ide-ide yang disampaikan Pak Haji Miko Kamal dalam membangun kota, termasuk ide Kota Internasional, saya siap dukung Miko Kamal menjadi Walikota di tahun 2024 nanti,” ungkap Dony.
(Rel/Adr)























