• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Bundo Kanduang Pasaman Barat: Perempuan Minang Harus Tampil dan Tunjukkan Jatidiri

24 Maret 2023
in Berita
Reading Time: 4min read
Views: 789
Ketua Bundo Kanduang Pasaman Barat Ny Eti Muhayatsyah sedang memberikan arahan. (Foto : gmz)

PASAMAN BARAT, forumsumbar —Ketua Bundo Kanduang Pasaman Barat Ny Eti Muhayatsyah menyampaikan, peran dan kedudukan kaum perempuan di Ranah Minang bukan sekadar persoalan gender warga di tengah masyarakat, tapi lebih dari itu.

Di Minangkabau, kaum perempuan memiliki peran dalam struktur kehidupan di tengah masyarakat. “Sehingga banyak ungkapan yang melambangkan tingginya peran dan kedudukan perempuan di Minang,” terang Eti Muhayatsyah, selaku pemateri pada pertemuan keluarga besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Selasa (21/3/2023).

Lanjutnya, perempuan dilambangkan sebagai limpapeh rumah nan gadang, sumarak anjuang nan tinggi, dan beberapa penyebutan lain.

Lihat Juga

Padang Pariaman Mauluik Gadang Berakhir, Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Berbagai Prosesi Adat

Padang Pariaman Mauluik Gadang Berakhir, Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Berbagai Prosesi Adat

25 Agustus 2026
55
Bukan Sekadar Event Lari, Bela Negara Fun Run 2026 Lintasi Jejak Sejarah PDRI 1948

Bukan Sekadar Event Lari, Bela Negara Fun Run 2026 Lintasi Jejak Sejarah PDRI 1948

25 Agustus 2026
67
Padang Pariaman Mauluik Gadang Dimulai, Lantunan Kasidah Menggema di IKK

Padang Pariaman Mauluik Gadang Dimulai, Lantunan Kasidah Menggema di IKK

24 Agustus 2026
84

Untuk perempuan dewasa atau kaum ibu, maka posisi perempuan digunakan sebagai Bundo Kanduang. Sebutan ini, bukanlah sekadar istilah, tapi lebih dari itu.

Namun, kata Eti, apakah semua perempuan dewasa Minang bisa disebut dengan panggilan Bundo Kanduang? Sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan, perempuan sebagai Bundo Kanduang tidak hanya menjadi hiasan dalam bentuk fisik saja, tapi kepribadiannya sebagai perempuan.

Kemudian, terang Eti Muhayatsyah, ia harus memahami ketentuan adat yang berlaku dalam struktur dan kehidupan di masyarakatnya.

“Selain itu, tahu dengan malu dan sopan santun juga tahu dengan basa basi dan tahu cara berpakaian yang pantas,” imbuhnya.

Sifat perempuan bila yang bersangkutan telah jadi Bundo Kanduang, kata Eti, maka mereka dinyatakan dalam kato pusako berikut; dihias jo budi baiak, malu sopan tinggi sakali, Baso jo basi bapakaian, nan gadang basa batuah, kok hiduik tampek banzar, kok mati tampek baniat. Tiang kokoh budi nan baiak, pasak kunci malu jo sopan, hiasan dunia jo akhirat, awih tampek mintak aia, lapa tampek minta nasi.

Menurut Eti, makna yang terkandung dalam ungkapan ini sangatlah mendalam, kehadiran perempuan sebagai Bundo Kanduang merupakan contoh dan teladan budi bagi masyarakatnya, bagi kaumnya, dan bagi rumah tangganya.

Sosok Bundo Kanduang digambarkan sebagai ibu yang berwibawa, arif bijaksana, suri teladan, memakai raso jo pareso, serta tutur katanya sopan.

Nah, ingat Eti, dari uraian tersebut ada baiknya kita hati-hati menggunakan kata perempuan dan Bundo Kanduang karena makna (sense of meaning) yang terkandung dari masing-masing kata dimaksud sangat jauh bedanya.

Kata perempuan, ulasnya, bermakna umum dan acuannya sangat luas, sedangkan frasa “Bundo Kanduang” mengacu kepada sosok perempuan yang punya sifat dan kepribadian yang; pertama, memahami adat dan sopan santun. Kedua, mengutamakan budi pekerti. Ketiga, memelihara harga diri. Keempat, mengerti agama. Kelima, memahami aturan agama. Dan, keenam, memelihara dirinya dan masyarakatnya dari dosa.

Lebih lanjut diterangkan Eti bahwa di dalam adat Minangkabau, Hakimi Dt Rajo Penghulu mengklasifikasikan perempuan ke dalam tiga bagian; yaitu, pertama, parampuan. Kedua, simarewan. Dan, ketiga, mambang tali awan.

Parampuan, jelasnya, mengacu kepada perempuan yang mempunyai budi pekerti yang baik, tawakal kepada Allah, sopan dan hormat pada sesama. Sifat ini tampak dalam ungkapan: budi tapakai taratik dengan sopan, memakai baso-basi di ereng jo gendeng, tahu kepada sumbang salah, takut kepada Allah dan Rasul, muluik manih baso katuju, pandai bagaua samo gadang, hormat pado ibu jo bapa, baitupun jo urang tuo.

Simarewan merupakan istilah yang mengacu kepada perempuan yang tidak mempunyai pendirian, tidak mempunyai budi pekerti. Sifat ini tampak dalam ungkapan berikut: paham sebagai gatah caia, iko elok etan katuju, bak cando pimpiang di lereng, bagai baliang-baliang di puncak bukik, ka mano angin inyo kakian, bia balaki umpamo tidak, itulah bathin kutuak Allah, isi narako tujuan lampiah.

Kemudian, mambang tali awan, adalah perempuan yang sombong, tidak punya rasa hormat, tenggang rasa, selalu ingin kedudukannya. Sifat ini terlihat dalam ungkapan: parampuan tinggi ati, kalau mangecek samo gadang, barundiang kok nan rami, angan-angan indak ado ka nan lain, tasambia juo laki awak, dibincang-bincang bapak si upiak, atau tasabuik bapak si buyuang, sagalo labiah dari urang, baiklah tantang balanjonyo, baiak kasiah ka suami, di rumah jarang baranjak-ranjak, dilagakkan mulia tinggi pangkek, sulit nan lain manyamoi, walau suami jatuah hino, urang disangko tak baiduang, puji manjulang langik juo.

“Jelaslah bahwa adat Minangkabau pada khususnya membentuk individu yang berbudi luhur, manusia yang berbudaya, manusia yang beradab,” kata Eti.

Ditambahkan Eti, sifat-sifat ideal itu adalah; pertama, hiduik baraka, baukua jo bajangko, artinya orang Minang harus mempunyai rencana yang jelas dan perkiraan yang tepat. Kedua, baso-basi malu jo sopan. Artinya adat Minang mengutamakan sopan santun dalam pergaulan.

Ketiga, tenggang raso, artinya di dalam pergaulan yang baik kita harus menjaga perasaan orang lain. Dalam pergaulan, adat mengajarkan kita selalu berhati-hati dalam berbicara, bertingkah laku tidak menyinggung perasaan orang lain.

Keempat, setia. Artinya teguh hati, merasa senasib dan menyatu dalam lingkungan kekerabatan.

“Dalam realita kehidupan masyarakat Minangkabau yang sebenarnya, apakah konsep budaya Minangkabau ini sudah tersosialisasikan dan tertanamkan dalam diri masyarakat?” tanya Eti.

“Seberapa jauh perempuan Minang menghayati sifat yang melekat pada Bundo Kanduang seperti yang dilukiskan dalam Kato Pusako?” imbuh Eti.

Sementara itu, Ketua DWP Unit Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Ny Yessy Muhammad Nur menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin dan dilaksanakan secara terpadu dan terprogram.

“Ini sebagai wadah beraktivitasnya kaum perempuan atau istri bagi pegawai negeri di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, tentu harus memahami peran dan kedudukannya dalam adat Minangkabau,” ujarnya.

Turut menyampaikan sambutan pada kegiatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur, yang sekaligus sebagai pembina DWP Unit Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, dengan sub unit se Pasaman Barat.

(gmz)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Lagi, Tim Polres Pasaman Barat Ciduk Dua Pengedar Sabu

Next Post

Pisah-Sambut Kajari Pasaman Barat, Ginanjar Pergi Yusuf Datang

BeritaTerkait

Padang Pariaman Mauluik Gadang Berakhir, Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Berbagai Prosesi Adat
Berita

Padang Pariaman Mauluik Gadang Berakhir, Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Berbagai Prosesi Adat

25 Agustus 2026
55
Bukan Sekadar Event Lari, Bela Negara Fun Run 2026 Lintasi Jejak Sejarah PDRI 1948
Berita

Bukan Sekadar Event Lari, Bela Negara Fun Run 2026 Lintasi Jejak Sejarah PDRI 1948

25 Agustus 2026
67
Padang Pariaman Mauluik Gadang Dimulai, Lantunan Kasidah Menggema di IKK
Berita

Padang Pariaman Mauluik Gadang Dimulai, Lantunan Kasidah Menggema di IKK

24 Agustus 2026
84
Zara Dynamite Milik Edi Lamun Ombak Juara Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup 2026
Berita

Zara Dynamite Milik Edi Lamun Ombak Juara Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup 2026

25 Agustus 2026
132
Fahira Idris: Bang Japar Teguhkan Komitmen Jaga Jakarta
Berita

Fahira Idris: Bang Japar Teguhkan Komitmen Jaga Jakarta

22 Agustus 2026
15
Perkuat Langkah Pembentukan BUMD, Bupati JKA Konsultasi ke Kemendagri
Berita

Perkuat Langkah Pembentukan BUMD, Bupati JKA Konsultasi ke Kemendagri

22 Agustus 2026
122
Next Post
Pisah-Sambut Kajari Pasaman Barat, Ginanjar Pergi Yusuf Datang

Pisah-Sambut Kajari Pasaman Barat, Ginanjar Pergi Yusuf Datang

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,869)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,793)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,075)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,761)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,229)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,687)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,557)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,164)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,455)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,542)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
195
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
394
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
508
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
255
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
132
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
141
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
146

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In