JAWA TENGAH, forumsumbar— Menteri Bappenas Suharso Monoarfa menjadi bintang di Rakornas ke-13 Komisi Informasi (KI) se Indonesia, Kamis (13/10/2022), di Semarang Jawa Tengah.
Suharso hadir berkat kerja keras Ketua KI Pusat Donny Yusgiantoro yang mampu mengambil waktu kunjungan Suharso ke Jawa Tengah hari ini.
“Berhasil, Pak Menteri Bappenas siap hadir di Rakornas siang ini (Rabu, red) di Hotel & Convention Patra Semarang,” ujar Donny via telepon kepada Ketua KI Kaltim Ramon, sebelum rehat Rakornas siang tadi.
Pada paparannya sebagai pembicara penting, Suharso menegaskan komitmen Bappenas terhadap Keterbukaan Informasi Publik.
“Banyak hal peran Komisi Informasi dalam mengawal dan memastikan keterbukaan informasi publik, apa saja termasuk memastikan kualitas dari informasi yang di-share ke publik. Demokrasi jelas peran komisi informasi ada, tak berkualitas demokrasi kalau informasinya ditutupi,” ujar Suharso.
Kabar gembira lain di sampaikan Suharso di forum Rakornas ke-13 KI se Indonesia tentang DAK Monev Komisi Informasi.
“Monev ini tidak ada income untuk negara. Tapi adanya Monev Komisi Informasi sebagai itjihad bersama kita mengikis habis korupsi di negara ini,” ujar Ketua KI Riau Zufra, saat sesi dialog dengan Menteri Bappenas.
Menteri Bappenas mengatakan cekak anggaran karena posisi Komisi Informasi di Kementerian Kominfo.
“Soal DAK KI bisa dapat tapi itu diusulkan oleh Kominfo yang anggaran Komisi Informasi Pusat melekat di sana. Karena regulasi anggaran, siapa saja yang mengelola anggaran negara posisinya adalah pengelola anggaran dan kuasa pengguna anggaran. Kalau KI Pusat mau perlu perubahan undang-undang,” ujar Suharso.
Soal DAK kata Suharso Monoarfa bisa dipikirkan, bisa diusahakan melalui Kominfo di-packing nanti untuk Monev Komisi Informasi se Indonesia.
“Anggaran DAK KI minta ke Menkominfo Rp35 miliar, itu tidak terlalu berat dan membebani,” ujar Suharso.
(Rel/ki)























