PADANG, forumsumbar —Sejumlah dosen dari Jurusan Antropologi Fisip Universitas Andalas (Unand), memberi pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada guru-guru bidang IPA dan IPS di Aula Ruang Guru SMA Negeri 15, di Limau Manis, Padang, Sabtu, (16/9).
Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, kelompok dosen jurusan Antropologi FISIP Unand itu terdiri dari Dr Lucky Zamzami, MSoc.Sc sebagai ketua pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kemudian sebagai anggota, yaitu Prof Dr Nursyirwan Effendi, dan Noviyhasanah, SSos, MHum dan didukung oleh 2 orang mahasiswa, Yahya Assalam dan Deza Tri Vionita Fahmi.
Ada pun tema kegiatan pengabdian ini, “Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru SMA”, sebagai upaya guru dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.
“Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 20 orang guru bidang IPA dan IPS yang ada di SMA Negeri 15 Padang,” terang Lucky Zamzami, melalui keterangan persnya, Senin (18/10).
Lucky Zamzami mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah yang telah menghadirkan para guru untuk ikut dalam kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan ini berkelanjutan ke depannya.
Dalam kegiatan tersebut, diharapkan guru yang mengikuti pelatihan menghasilkan output dari Penelitian Tindakan Kelas, yaitu publikasi ilmiah berupa artikel yang bisa diterbitkan di jurnal nasional/internasional.
“Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. PTK dapat diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut”, jelas Lucky.
Tujuan PTK, sebut Lucky, untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah. Di samping itu juga akan meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan dan efisiensi pengelolaan pendidikan.
Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 15, Yul Ardi, SPd, MM, mengapresiasi kegiatan pengabdian yang diinisiasi oleh Fisip Unand untuk memberikan pendampingan kepada guru-guru SMA Negeri 15 yang terkait dengan kegiatan PTK
Yul Ardi mengucapkan terimakasih atas kegiatan pengabdian yang telah dilakukan selama ini di SMA Negeri 15, karena pengabdian ini merupakan tahun ke 3 dilakukan di sekolah mereka.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan bisa dimasukkan ke dalam program sekolah setiap tahunnya, yang didampingi oleh para dosen Unand agar mutu pembelajaran semakin meningkat dan dapat mengembangkan profesi guru secara berkelanjutan yang ditujuan untuk perbaikan dan peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran atau mutu pendidikan pada umumnya.
Adapun kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi dua sesi. Dimana pada sesi pertama, tampil Noviy Hasanah, SSos, MHum yang menguraikan penelitian tindakan kelas merupakan suatu refleksi dalam perbaikan kualitas pembelajaran di kelas.
Noviy mengungkapkan bahwa tindakan kelas adalah upaya konkret dilakukan oleh guru untuk mengatasi masalah terkait proses belajar mengajar, meningkatkan praktek pembelajaran (metode, literatur, media pembelajaran) dan meningkatkan kemampuan profesional guru dalam proses belajar mengajar.
Lebih lanjut disampaikannya, karakteristik PTK adalah untuk menemukan solusi bagi masalah yang dihadapi guru dalam kelas, mendiskusikan masalah yang timbul dengan kepala sekolah atau kolega dan tindakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam kelas.
Ia memberikan contoh topik permasalahan PTK yang dilakukan oleh guru adalah pengembangan rancangan mata pelajaran IPA/IPS, strategi penyediaan dan pemanfaatan perpustakaan, pengembangan alat instruksional, pengembangan metode evaluasi, peningkatan pendekatan baru dalam proses belajar mengajar, peningkatan kemampuan siswa belajar mandiri, membangun sikap positif terhadap proses belajar mengajar, meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar, dan mengembangkan media pembelajaran interaktif dalam proses belajar mengajar.
Kemudian pada sesi kedua, disampaikan materi Variasi Kepribadian Siswa dan Tantangannya terhadap
Penelitian Tindakan Kelas yang disampaikan oleh Prof Nursyirwan Effendi.
Ia menjelaskan realita sebagai tantangan, berupa kolaboratif dimana siswa memiliki sikap dan kepribadian yang baik untuk diajak kerjasama dalam kegiatan yang direncanakan oleh guru.
Kadang siswa enggan dan cenderung menolak terhadap kegiatan yang diberikan oleh guru, oleh karena sejumlah faktor: internal dan eksternal.
Siswa cenderung menerima kegiatan yang diajukan oleh guru namun dalam rangka menutupi sesuatu yang sebenarnya, siswa enggan menerimanya. Kecenderungannya leizess-faire (acuh tak acuh).
“Siswa memiliki perhitungan untung rugi untuk menerima atau menolak kegiatan yang ditawarkan oleh guru. Dan siswa memiliki kepentingan tertentu dengan mau menerima kegiatan yang ditawarkan oleh guru”, jelas Nursyirwan Effendi.
Ditambahkan lagi, PTK merupakan metode evaluasi pembelajaran yang inklusif dan sangat baik untuk kemajuan studi. PTK memiliki prosedur dan Tindakan yang baku namun tetap memperhatikan kepentingan pihak guru dan siswa. PTK tidak selalu mudah dijalankan, namun juga menghadapi berbagai tantangan.
(Rel/DPA)























