PADANG, forumsumbar —Meningkatkan perekonomian Kota Padang, apalagi di masa pandemi, harus ada upaya luar biasa dari Pemko Padang agar perekonomian masyarakat yang terpuruk bisa diangkat.
Salah satu upaya itu, ketika Pemko Padang bisa memaksimalkan kerjasama ekonomi dengan negara-negara Indian Ocean Rim Association (IORA), yakni negara-negara di Samudera Hindia.
“Padang harus melihat potensi negara-negara IORA sebagai pasar. Selama ini, ini yang yang tidak digarap,” ujar Asrinaldi, dosen Fisip Unand yang menjadi narasumber di sesi diskusi acara Silaturahmi Masyarakat Padang (SIMAPAD 2021), Sabtu (3/7), di Hotel Daima, Jl Sudirman Padang.
Tapi sebelum itu, sebut doktor ilmu politik tamatan Universitas Kebangsaan Malaysia ini, Kota Padang harus mempertegas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kota perdagangan. Apakah perdagangan skala lokal saja, regional, atau internasional?
Dengan infrastruktur perhubungan yang ada, apakah itu pelabuhan dan bandara, harusnya Padang itu bukan saja berkutat dengan perdagangan lokal atau regional semata, tetapi harus berorientasi internasional.
“Kota yang paling besar di pantai barat Sumatera itu, ya Padang. Bengkulu, Sibolga dan yang di Aceh, masih kalah lah dengan Padang,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut Asrinaldi lagi, banyak produk-produk yang bisa dijual ke negara-negara IORA, khususnya negara-negara muslim di Afrika bagian selatan, yang terletak di Samudera Hindia.
Hal ini diamini Yurnaldi, wartawan senior yang lama di koran Kompas, dimana dia punya pengalaman bersama relasinya di Afrika, yang menjual mukena dengan harga yang berlipat-lipat dari di sini.
“Produk perlengkapan muslim, seperti mukena, jilbab dan lainnya, sangat terbuka peluangnya di negara-negara Afrika tersebut. Dan harganya berkali lipat,” ujar mantan Komisioner KI Sumbar ini.
Di samping perlengkapan muslim, potensi pasar di Afrika tersebut sangat terbuka lebar bagi produk-produk lainnya, seperti komoditi pertanian, dan lainnya.
Sebagaimana diketahui, pada 2015 Padang pernah menjadi tempat diselenggarakannya pertemuan setingkat menteri negara-negara IORA. Makanya di Pantai Padang saat ini berdiri tugu IORA.
Turut menjadi narasumber dari diskusi dengan tema “Membangun Kota Padang di Masa Pandemi” ini, Irwan Basir Dt Rajo Alam (Ketua DPD LPM Kota Padang) dan Desrio Putra (Anggota DPRD Sumbar Dapil Padang), dan sebagai moderator, Isa Kurniawan.
Hadir juga peserta diskusi yang diinisiasi Kompak dan Kapas ini, dengan jumlah sekitar 50 orang tersebut; tokoh masyarakat Padang seperti Miko Kamal, Firdaus Ilyas, Bundo, Nofal Wiska, Novrianto, Adrian Tuswandi, Almudazir, Saribulih dan lainnya.
Kemudian dari Komunitas Peduli Perempuan Indonesia (KPPI), dan Komunitas Siaga Bencana (KSB) Kota Padang, serta para wartawan.
(Ika)























