JAKARTA, forumsumbar —Kisah sukses dan inspiratif para perantau Minang menjadi bahasan dalam Dialog Internasional yang digelar Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Minggu (14/3), dengan tema “CEO/Profesional Minang Dunia Dulu, Sekarang dan yang akan Datang“.
Diskusi yang digagas Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas yang diikuti 400-an peserta ini, dilaksanakan secara virtual, dimana ikut menjadi narasumber, Andari Gusman, milenial Minang yang saat ini menjadi Program Manajer Google Asia Pasifik-Singapura.
Dalam pemaparannya, Andari menyebutkan ada 5 kiat agar bisa bersaing di dunia kerja internasional. Pertama itu harus ada brain; memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni.
Setelah itu, kedua, dream; yakni mempunyai visi yang kuat. Ketiga, spirit; adanya semangat dan motivasi untuk maju. Ke-empat, confidence; percaya diri yang tinggi, dan pantang menyerah. Kemudian yang kelima, terakhir, prayer; berserah diri kepada Allah Swt.
Dalam mengarungi dunia kerja internasional yang sangat kompetitif, lanjut Andari yang kelahiran 1993 dan berhasil lulus sarjana di usia 19 tahun ini, yang paling penting itu adalah kompetensi, dengan kreativitas dan inovasi yang menjadi penggerak utama.
“Tidak ada yang namanya jalan pintas. Semuanya butuh proses. Walaupun tingkat kompetisi sangat tinggi, tapi dengan ikhtiar dan keyakinan yang tinggi, Insyaallah semua bisa dijalani,” kata Andari.
Andari yang sudah 2 tahun bekerja di Google Asia Pasifik-Singapura, mengatakan bahwa kekayaan suatu negara itu tidak paralel dengan keunggulannya. “Singapura itu negara yang sumber daya alamnya kecil, tapi menjadi negara yang unggul di dunia,” ucap Irviandari Alestya Gusman, demikian nama panjang Andari.
Semenjak didirikan 20 tahun yang lalu oleh 2 orang mahasiswa, saat ini perusahaan Google dimana Andari bekerja, memiliki aset 20.000 triliun rupiah, yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Terlepas dari semua itu, Andari mengingatkan bahwa yang utama itu adalah dukungan keluarga. Dia bersyukur dan bangga terlahir dari keluarga Minang.
“Keluarga mendorong agar memiliki pendidikan yang tinggi, dan bukan saja dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga keagamaan,” ucap putri sulung pasangan Irman Gusman dan Liestyana Rizal ini, yang merupakan lulusan terbaik dari Tuft University Massachusetts, Amerika Serikat dengan predikat cumlaude, IPK 3,63.
Ikut menjadi narasumber lainnya dalam diskusi yang dipandu Prof Fasli Jalal, Rektor Universitas Yarsi Jakarta ini, Arwin Rasyid (Mantan CEO Telkom, Bank CIMB Niaga dll), Honesti Basyir (Direktur Utama PT Biofarma), Iman Rahman (Direktur Strategi Portfolio dan New Ventures PT Pertamina), dan Syahrial Mukhtar (Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN/Ex Corporate Secretary Pertamina)
Kemudian, Edwin Abdullah (Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II), Syahrian Tampo Djamhur (Prof. Ex Qatargas and Qatar Petrolium), Corina Leyla Karnalies (Direktur Bisnis Konsumer PT BNI), Patra Azwar (Finance Director – Goodyear Philippines & Taiwan), serta Novri Latief (Manager IT Amazon Sydney Australia).
(Ika)






















